Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




Ada kisah sufi yang diceritakan sesorang teman kepada diriku, pada suatu malam Seorang guru memberikan secangkir anggur kepada beberapa muridnya masing-masing mendapat satu cangkir anggur, sengaja ia memperlihatkan botol dan merek minuman keras tersebut. Salah satu muridnya menolak untuk meminum dengan alasan haram.

Seorang muridnya meminum satu cangkir dengan nikmatnya, mungkin dipikirnya kesempatan, jarang-jarang diajak minum sama guru, dan guru itu menuangkan kembali anggur mengisi cangkir kosong itu, dan simurid kembali meminumnya, kemudian beberapa menit reaksi anggur mulai terasa kulit wajah simurid sudah mulai memerah, dan sang guru kemudian mengambil rotan dan memukul muridnya tersebut.

Beberapa murid lainnya meminum beberapa cecap, dan sang guru mulai berbicara. . . . . . .

Sang guru tengah berusaha untuk melepaskan pengkondisian yang sudah terlanjur ada, terkadang dia menggunakan anggur, terkadang menggunakan uang, apa saja akan digunakan untuk meningkatkan kesadaran muridnya.

Banyak yang gagal karena mengikuti anggapan, anggapan yang sudah terlanjur mengakar. Anggapan yang didapat dari buku, dari masyrakan, dari. . . . . .

Dipenguhujung bulan puasa ini, saya ingin bertanya “untuk apa puasamu?”

“Dan kenapa kamu berpuasa ?”

Jika jawabannya karena Allah, kemudian pertanyaannya adalah “Apakah Allah membutuhkan puasamu itu ?”

Jika kamu jujur, tentunya ada perasaan karena ingin mendapat pahala, coba dirasakan mana yang lebih besar karena pahala atau karena Allah?

Mungkin jawaban jujurnya karena pahala, berarti kamu telah melanggar niat puasamu sendiri, karena di dalam niat puasamu itu karena Allah. Tidak adakata karena pahala di dalam niat puasamu itu.

Atau, mungkin tidak karena Allah dan juga bukan karena pahala, engkau bisa saja mempuyai jawaban,  karena latihan, aku sedang melatih diriku.

Benarkah ?
Jika kamu sedang melatih diri, kenapa di sebelas bulan kemarin, atau yang berikutnya kamu tidak melatih diri?. Bahkan seorang pemain sepak bola professional macam David Becham harus latihan rutin setiap hari, jika memang untuk latihan setidanya dalam seminggu kamu berpuasa 1 hari. Bukan hanya 1 bulan dalam 1tahun

Atau mungkin karena engkau malu terhadap keluargamu, ibumu, bapakmu, adikmu, kakamu dan masyratakat jika kau tidak berpuasa.

Pada akhirnya puasamu hanya menghasilkan lapar dan haus saja.

Kenapa kau risaukan masyarakat, kenapa kau risaukan orang lain, kenapa tak pernah kau risaukan suara hati nuranimu sendiri yang selalu bertanya kenapa aku harus berpuasa ?.
Jawaban itu harus datang dari dirimu snediri, bukan datang dari masyrakat, bukan datang dari alim ulama, bukan datang dari. . . .

Jawaban itu harus datang dari dirimu sendiri
Kenapa harus merisaukan masyrakat, mengapa karus merisaukan orangtua dan keluarga, bukan urusan dengan Tuhan merupakan urusan diriku dengan Tuhan ?.

Lihat saja siang itu, pikiranmu begitu kacau kau merisaukan apa-apa yang belum terjadi Cuma karena aku berbicara tentang hal-hal yang tidak ingin kau dengar, hal-hal yang kau pikir mengerikan, menyeramkan.

Jikalau engkau benar-benar berpuasa maka pikiranmupun seharusnya kau puasakan, kau tidak akan terbawa oleh permainan pikiranku tetang hal-hal yang menyeramkan, dari satu point itu saja kau telah berbohon kepada dirimu sendiri. Dan bukan kah berpuasa melarang kita untuk berbohong, bahkan termasuk kepada diri kita sendiri.

Sekali lagi aku bertanya, “Untuk apa kau berpuasa ?”