Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




Di depan rumah ada tukang pulsa baru, harganya lumayan murah, setidaknya beda 500 – 1000 dengan harga tukang pulsa di depan gang, karena lebih murah dan lebih dekat tetangga sekitar banyak yang beli pulsa pada penjual pulsa baru tersebut.

Beberapa minggu kemudian rupanya, penurunan pendapatan (keuntungan) dari hasil penjualan pulsa di depan gang membuat si pemilik bisnis ini mencari tahu asal muasalnya, dan ketemulah penyebabnya yaitu gara-gara tukang pulsa baru itu.

Lantaran merasa lebih tua dan juga lebih kuat dia mengintimidasi penjual pulsa baru di depan rumah itu, dan mengancamnya dengan berbagai macam ancaman agar si penjual pulsa menaikan harga.

Persaingan demi perut memang bisa membuat orang berbuat apa saja, miris juga sih melihatnya. Mungki n pemilik bisnis pulsa lama tersebut tidak menyadari bahwa rejeki sudah ada yang mengatur, dan kemudian meski si penjual pulsa depan rumah menaikan harga, kios pulsanya tetap ramai, oleh orang sekitar, karena pada dasarnya orang malas jalan ke depan, lah untuk apa jalan ke depan kalau harga tetap sama.

Dan kemudian beberapa hari kemudian penjual pulsa di ujung gang itu menurunkan harganya . . .

Satu hal yang ingin aku katakan bahwa setiap aksi akan memberikan reaksi, memberikan aksi tidak nyaman terhadap orang akan mendapatkan reaksi tak nyaman juga. Dan yang lebih mengerikan lagi bahwa hukum alam tidak pernah salah, seperti bumerang apa yang kita lempar itu akan kembali.

Mungkin tidak sama persis, memukul orang belum tentu juga di pukul orang bisa juga sebagai balasannya ditabrak oleh orang. Meski yang menabrak itu bukan yang memukul, tetapi itu lah hukum alam siapa yang mencelakakan, siapa yang membuat orang susah kelak akan dicelakakan dan akan dibuat susah oleh orang.

Seperti kata para bijak : “Yang suka bermain pedang akan mati di ujung pedang”