Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




Hahaha . .
Aku hadir di sini,
Di dalam malam menjelang subuh.
Untuk bercerita kepada mu tentang cerita hati, karena aku adalah sang pendongeng.

Dari masa ke masa aku mendongengkan cerita tentang hati yang juga berasal dari hati, dalam desir halus kubisikan getar hati dalam puisi dan prosa. Aku gelitik jiwamu dengan sejuta kata kata rayu, “Dengar. . . dengarlah dongengku tentang hati”.

Hahaha . . .
Dan kamupun mulai tertarik, kamu mulai mendengar, kamupun mulai menikmati dongeng-dongengku. Kamu kecanduan kata-kata tentang cinta, kemulyaan dan surga.

ILUSI !

Kemudian dengan dengus amarah aku mengamuk, membabi buta. Mencaci dan memakimu. Mengataimu BODOH juga TOLOL. Menampar dan memukul mu hingga kau terjerembab jatuh ke dalam lorong-lorong realita. “CINTA. . . APA ITU CINTA ?. Tahu apa kamu tentang CINTA. Pernahkah kau merasakan JATUH CITA ?.

Oh, sayang.
Sayangku
Dengarkan.

Kamu tidak kenal cinta,
Kamu tidak sedang dimabuk cinta. Kamu sekedar mabuk. Ya, kamu mabuk oleh pesona SYAHWAT. Wajah syahwat acapkali dikenali sebagai CINTA, tetapi ia adalah semu. ILUSI. Ya… ilusi asmara indah memang, tetapi menyesatkan. Seringkali kau tersadar dalam kondisi yang menyedihkan, karena engkau tercabik-cabik cakar asmara. Pedih, perih dan bibirmu pun mengutuk ia yang dulu kau puja setengah mati yang sekarang membuatmu hampir mati.

Asmara,
Ilusi terindah yang pernah tersapa.

CINTA !,
TAHU APA KAMU TENTANG CINTA.

Lagi-lagi aku mendongeng untukmu, dan kamupun terlena, ah. Dengan airmata kau ratapi aku, apa jadinya hidupmu tanpa hadir diriku ?.

Oh, sayang
Sayangku
Dengarkan.

Dari masa ke masa, jasadku hancur, terurai dan terbentuk dalam wujud dan masa yang berbeda. Hancur, terurai dan terbentuk kembali. Tetapi dongengku tidak pernah mati, dari masa ke masa aku selalu mendongengkan cerita tentang hati.

Ah,
Lagi-lagi mendongengkan cerita tentang hati kepadamu. Sehingga kaupun tertidur  berbekapkan illusimu tentang cinta.

Asmara
Ilusi terindah yang pernah tersapa.

Buang,
Dan tinggalkan ilusimu.
LUPAKAN !.
Dengar ada satu hal yang perlu kau kecap.
Bukan lagi dongeng tentang hati
Melaikan hati itu sendiri
Kecap,
Dan nikmati hatimu
Ada dendang seribu nada, oh tidak! Bukan seribu nada, melaikan sejuta. Hhhmmm mungkin setrilyun. Ah, entahlah. Pokoknya, cecaplah hatimu.

Jangan dengar dongengku tentang hati karena itu juga ilusi, hatimu bukan ilusi. Kecap dan rasakan hatimu. Biarlah kenyataan dan ilusi membaur menjadi bentuk yang tak dapat kau fahami, untuk apa memahami apa yang memang tak pernah bisa difahami. APAKAH CINTA DAPAT KAU FAHAMI ?

Cecap, dan hiruplah hati, bukan cerita tentang hati. Dan biarkan kenyataan dan ilusi berbaur, menyatu menjadi bentuk yang tak terfahami.

Aku masih disini,
Mendongengkan cerita tentang hati.
Karena aku
Sang pendongeng.
Ilusi.