Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




“Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri” ( Surat Arraad Ayat 79)

 

Semalam Sudarman datang menemuiku, aku sudah was-was karena kalau Sudarman ini datang pastilah dia membawa kabar penting. Bisa kabar baik atau kabar buruk, yang buat aku was-was sering kali kabar buruk yang dibawa oleh Sudarman.

Sudarman tidak langsung mengatakannya kepada ku, dia berbasa-basi  sejenak dengan menanyakan kabarku.

Akupun menjawab, “baik”. Kemudian dian menanyakan apa yang membuat dirinya datang kesini, apakah ada kabar penting.

Namun Sudarman tidak langsung menjawab, dia berjalan kedapur dan membuat teh manis. Meletakan teh manis itu dimeja, kemudian menyetel TV dan menonton Fox yang sedang menanyangkan NCIS. Sambil menikmati adegan lucu antara Gibs, Dinozo, Ziva, Mcgie dan Abby, Sudarman berkomentar, “Kejahatan akan selalu ada, sampai kapanpun!”

Dia menyeruput tehnya, kemudian kembali berujar. “Namun yang diperlukan adalah orang-orang seperti Gibs yang berani menengakan kebenaran, bahkan dengan cara melanggar protoko NCIS”.

 

 

 

Aku mengerenyitkan alisku, “Ngomong apasih si Sudarman ini” pekik batinku.

“Lu tau kenapa penyebab kejahatan makin merajalela ?”

Akupun menggeleng,

“Karena kita semuanya diam!”.

Sudarman melanjutkan ceramahnya, “Kita sudah kehilangan rasa empati kemanusiaan, kita menjadi cuek bahkan cenderung cari selamat sendiri”.

“Kita tumbuh dan hidup dalam keegoisan, kita semua sedang memuja ego kita. Dan itulah yang kemudian membuat kita menjadi manusia-manusia berdarah dingin – dan berhati beku, begitu banyak kejahatan yang terjadi disekitar kehidupan kita sehari-hari, namun kita tidak perduli”.

“kecuekan Elu dan kecuekan gua adalah cerminan dari kemasa bodoan hati nurani yang sudah tertidur, atau tidak tertidur. Setidaknya, menurut gua hati nurani gua ngga tertidur, melainkan gua cari aman. Gua mengambil sikap masa bodo, ya biarlah orang yang menderita, ya biarlah orang yang ditindas dengan kejahatan asalkan bukan gua.

“Dan kemudian guapun cari aman – cari selamat sendiri, diam. Tiarap”

“Dan celakannya diamnya elu, diamnya gua hanya akan menambah buruk keadaan. Kejahatan akan terus meraja lela seperti virus karena tidak ada antibiotik yang memeranginya bahkan upaya untuk meminum antibiotik itu sendiri tidak ada, dan pada akhirnya kejahatan itu akan menjahati elu, mejhatai gua. Menjahati keluarga lu, menjahati kita semua”

“Seperti virus flu, yang menyebar tanpa bisa dihadang. Yang pad aakhirnya Elu, gua, keluarga dan lingkungan sekitar terjangkiti flu”

“Dan itu adalah buah terpahit dari diamnya kita, karena sesungguhnya kejahatan adalah diamnya kita yang mengetahui akan suatu kejahatan”

Sudarman kembali menonton NCIS, kemudian menyeruput tehnya.

Aku hanya bisa terdiam, sambil menelan ludah. “Anjrit… lima menit yang menusuk-nusuk kalbu dan menampar-nampar kepala, seperti itulah Sudarman menyampaikan kabar yang aku rasa ini adalah sebuah peringatan bagi kita semua untuk mulai melakukan pembenahan diri.

Bahwa sesungguhnya seberapa tingginya kita mengaku telah mendapatkan pencerahan, jika tetap diam melihat kejahatan yang merajalela maka kita sama jahatnya, atau bahkan melebihi dari para penjahat itu.

= =

Terimakasih untuk Sudi Marta atas Inspirasinya, tetaplah bersuara Lantang !.

Jakarta, 28 September 2012.