Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




14 Januari 2012 , bertempat di Padepokan One Earth One Sky One Humand Kind, Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) merayakan hari jadinya yang ke 21 tahun. Acara yang bertemakan “Be Joy And Share You Joy With Others” tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh yang memiliki visi dan misi yang sama dengan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) yaitu Prof. Djohan Effendi (Mensekneg 200 – 2001), Fakhri Rahman (Kasubdit bidang wilayah IV Ditjen Promosi Pariwisata dalam negeri), Aswi Warman Adam (peneliti LIPI), Julia Suryakusuma (penulis, Kontributor Jakarta Post), Moulik (kedutaan Amerika), Ugiek Kurniadi (dewan Pimpinan Pusat PA GMNI) dan Venerable Mahathera Sanghasena (Pendiri The Mahabodhi International Meditation Centre).

 

 

 

Dr. Wayan Sayoga yang merupakan ketua dari Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) membuka kata sambutannya dengan mengucapkan terimakasih kepada semua yang berkenan hadir merayakan hari ulang tahun Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB), selama 21 tahun tentunya Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) mengalami cobaan demi cobaan yang tak lain untuk tetap membuat Yayasan tersebut tumbuh dan terus berkembang. Cobaan demi cobaan tersebut berhasil diatasi dengan semangat persatuan dan persaudaraan yang didapat dari Anand Krishna selaku pendiri Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB).

Berhasil Menerapkan Interfaith Yang Harmony

Prof. Djohan Effendi (Mensekneg 2000 – 2001) membuka sebuah cerita yang mengatakan terkadang perbuatan seorang Guru akan sangat bertentangan dengan apa yang kita pikirkan, namun akan selalu ada maksud tersembunyi dari tindakan seorang Guru yang diperuntukan untuk kita semua agar dapat melihat kebenaran.

Dia juga menambahkan bahwa diluar sana banyak yang membangun sekat-sekat memisahkan manusia satu dengan manusia lainnya, namun di dalam sini sekat-sekat itu berhasil di cairkan. Anand Ashram telah berhasil mempraktekan interfaith yang harmony, Djohan  juga memberikan ucapan selamat untuk hari jadi yang ke 21 bagi Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB).

Anand Ashram Adalah Jawaban Dari Banyak Persoalan Di Indonesia

Julia Surya Kusuma (Penulis, Kontributor Jakarta Post) membuka dengan kenangan pertama berjumpa dengan Anand Krishna sekitar 20 tahun lalu, dia mengakui bahwa dirinya dan Anand Ashram memiliki kesamaan visi yaitu sama-sama berjuang bagi Pluralisme. Julia menambahkan bahwa Anand Ashram merupakan jawaban bagi banyak persoalan di Indonesian, persoalan kekerasan yang mengatas namakan agama, persoalan disintregasi bangsa. Harusnya pemerintah belajar dari apa yang sudah dilakukan oleh Anand Ashram dalam mengapresiasi perbedaan antar agama.

Mengatasi Persoalan Dengan Duduk Bersama

Moulik (Kedutaan Amerika) membuka dengan perasaan senang bisa hadir kembali di padepokan One Earth One Sky One Humandkind, diakui oleh dirinya bahwa dia berasal dari Amerika namun merasa bahwa Indonesia adalah rumahnya. Moulik mengatakan bahwa permasalahan di Amerika, permasalah di Indonesia dan permasalahan di dunia ini adalah sama. Dan cara mengatasinya pun sama yaitu dengan duduk bersama, dengan kebersamaan kita dapat mengatasi permasalahan-permasalahan yang sedang kita hadapi, Moulik mengucapkan selamat atas ulang tahun Anand Ashram, tetap mempertahankan apa yang sudah dicapai dan selalu berkarya.

Bhineka Tunggal Ika Adalah Sesuatu Yang Harus Terus Menerus Diperjuangkan

Anand Krishna selaku pendiri dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) yang juga dikenal sebagai aktivis spiritual dan penulis 140an lebih buku dalam bahasa Indonesia dan Inggris mengatakan bahwa Bhineka Tunggal Ika harus tetap diperjuangkan bersama-sama, Bhineka Tunggal Ika adalah merupakan solusi dari permasalah dunia saat ini.

Anand menjelaskan bahwa perbedaan secara phisik tidak mungkin dipersatukan, namun secara esensi yaitu kemanusiaan kita semua bisa dipersatukan. Yang perlu dilakukan adalah fokus kepada apa yang mempersatukan tersebut, kemudian sambil berjalan kita akan belajar untuk mengapresiasi perbedaan yang ada.

Photo by Prabu Dennaga