Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




Setiap hari selasa, Yasayan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) memberikan program pelatihan meditasi Neo Self Empowerment , program pelatihan ini dapat diikuti oleh siapa saja. Selasa, 20 Desember 2011, program pemberdayaan diri kembali dihadiri oleh puluhan peserta yang datang dengan tujuan untuk memberdayakan dirinya sendiri guna menggapai hidup bahagia.

 

Latihan hari itu adalah Sight Culturing, Sight Culturing adalah sebuah seni memberdaya diri untuk memperbaiki pandangan yang keliru, Sight Culturing adalah salah satu dari 300-an latihan yang diracik oleh Anand Krishna, seorang tokoh spiritual yang juga merupakan Founder dari Yasayan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB).Latihan meditasi dipandu oleh Dian Martin, ada sebuah cerita penuh inspirasi yang dibagikan oleh Dian.

 

 

 

Pada suatu hari seorang ayah mengajak anaknya jalan-jalan, tiba disebuah tikungan jalan si ayah memakir mobilnya dan mengajak anaknya keluar untuk menuju suatu tempat, si anak melihat kebelakang melalui jendela mobil kearah jalan jalan raya, kemudian dia berkata keapda ayahnya.

 

“Ayah, kenapa mobil-mobil dibelakang itu mengikuti kita ayah ?”

 

Sang Ayah-pun tercengang oleh pertanyaan putrinya yang berusia 3 tahun, betapa bahwa pandangan sangat menentukan pemikiran seseorang. Jika kita memandang mobil-mobil tersebut mengikuti, maka ego diri akan naik, namun jika pandangan memandang bahwa mobil-mobil itu memang berjalan dengan satu tujuan yang sama, maka semuanya kan baik-baik saja. Sering kali kita menjadi angkuh dan tinggi hati hanya karena pandangan kita yang keliru memandang sebuah kenyataan, sering kali juga kita di sesatkan oleh pandangan kita yang keliru sehingga kita menjadi susah sendiri menanggung akibat dari kekeliruan tersebut.

 

Anand Krishna sendiri sering mengatakan : “Bahwa sebuah gelas berisi setengah isi atau setengah kosong, amat bergantung dari pandangan kita. Jika kita memandang gelas setengah isi, maka kita akan merasa untung. Jika gelas berisi setengah kosong, maka kita akan merasa rugi. Semuanya kembali kepada pandangan kita”.

 

Dian menambahkan, apa yang kita lihat dan apa yang kita dengan akan mempengaruhi pikiran kita. Dan pikiran kita akan mempengaruhi kehidupan kita. Dian menegaskan bahwa sebagai tolok ukur apakah kita sudah memiliki sebuah padangan yang tepat adalah dengan mengkoreksi diri sendiri dengan mengajukan pertanyaan dan interopeksi “Sudah bahagiakah kita ?”, “Dan apakah kebahagiaan kita tersebut juga membahagiaan orang lain ?”.

 

 

Latihan Meditasi Akan Memperluas Kesadaran Sehingga Dapat Mengkoreksi Diri Sendiri

 

Di dalam sesi sharing seusai pelatihan meditasi Sight Culturing, peserta menceritakan apa yang dirasakan semenjak mengikuti program pelatihan, rata-rata semua peserta merasakan manfaatnya dan  mulai dapat menganalisa diri untuk dapat berbuat lebih baik di dalam kehidupannya.

 

Dian menjelaskan bahwa latihan meditasi akan memperluas kesadaran diri, dan kesadaran itu yang akan mengkoreksi diri. Sehingga seseorang memiliki jawaban atas permasalahan sendiri, karena tidak ada yang dapat memberikan jawaban terhadap suatu permasalahan terkecuali diri sendiri.

 

Dengan wajah berbinar para peserta kembali ke rumah masing-masing untuk kembali selasa depan dengan latihan yang berbeda.

 

[Sumber : http://anandashram.or.id/index.php?id=programs/semedi1]