Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




Lelaki mana yang tidak menjadi seorang penyair, manakala getar asmara menyentuh hati, manakala gelora asmara meliuk lekukan lidah sehingga kata terlontar dalam bentuk puisi, prosa atau nyanyian.

Lelaki mana yang tak pandai merangkai kata, manakala dewi asmara membiusnya dengan semerbak wewangian surga. Lelaki mana yang mampu menjejakan kakinya dengan tegak, manakala candu asmara membius otaknya.

Asmara,
Roman picisan yang terus di tulis, diulang. Dan diulang. Dalam buku pelajaran sastra, dalam lagu cinta, dalam puisi, dalam prosa dan selalu mendapat tempat. Mendapat minat, karena candu asmara begitu membius dengan kekuatan mistik sang dewi. Pujangga picisan hasil bekapan semalam lahir dengan mata mesra memandang dunia melantunkan puisi tentang asmara, kekasih atau perselingkuhan. Terkadang tentang pemberontakan, rasa derita, rasa keadilan, tetapi tidak tentang cinta.

Cinta,
Ah!, sebuh misteri yang tak terungkapkan.
Sebuah puisi yang tak  mampu dibacakan dalam setiap expresi terkecuali diam. Begitu banyak kata yang telah terangkai dalam bentuk puisi, prosa dan cerita. Tetapi tidak satupun yang pernah dapat menggambarkan tentang cinta. Mungkin cinta memang tak pernah bisa digambarkan dalam bentuk kata, atau ungkapan. Mungkin cinta terlalu kramat untuk diumbar dalam bentuk kata, mungkin cinta tertalu bertuah sehingga tidak boleh disenandungkan pada sembarang telinga. Mungkin, semua hanya kemungkinan saja. Persepsi, Asumsi, Rekaan, atau apapun istilah yang dapat diberikan, Tetapi Cinta ?.

Cinta,
Ah!, sebuh misteri yang tak terungkapkan.
Sebuah puisi yang tak  mampu dibacakan dalam setiap expresi terkecuali diam.

Mungkin cinta adalah bahasa diam.
Dan aku akan
Diam