Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




Jangankan dalam hal pengembangan spiritual diri dalam hal bisnis dan urusan material lainnya, ketika akan memulai sesuatu terlebih lagi yang agak sedikit keluar dari main stream, maka pikiran-pikiran yang sifatnya intimidasi, apriori yang intinya melemahkan semangat diri akan di dapati.

Tetapi kembali lagi kepada diri, coba tanyakan apa kata hati sendiri. Karena itu yang benar.

Dulu ketika sewaktu mau membuat jasa design web, weleh sejuta kata minor yang melumpuhkan jiwa keluar dari bibir orang terdekat, tetapi saya tetap berjalan karena hati saya waktu itu berkata jalan terus bleh, dan hasilnya lumayan, tidak banyak tetapi cukup untuk hidup sendiri tanpa harus diperintah oleh orang lain dalam bekerja.

Jikalau kata hati tidak ya sudah ikuti, karena itulah kebenaran bagi dirimu sendiri. Karena kebenaranmu adalah untuk dirimu, dan kebenaranku adalah untuk diriku sendiri.

Jangan bingung-bingunglah, jangan bimbang-bimbanglah. Ikuti saja kata hati jika tidak ya sudah, tetapi jangan menutup diri. Bukalah diri dan terimalah segala sesuatu, dan kemudian resapi, filterlah di dalah hati. Jika menurut hati benar ikuti, jika tidak ya jangan. Yang simple-simple saja bos, busyet hidup udah berat dibuat rumit, mabok, bisa mati menderita.

Karena yang benar buat A belum tentu benar buat B, karena peranan A sendiri berbeda dengan B sehingga difinisi kebenarannya itu sendiri berbeda. Be happylah, Tuhan sudah menciptaka keberagaman untuk saling bersalaman dan berkerja sama, meski A tidak sefaham dengan B tetapi dalam membangun bangsa A dan B harus begandengan, harus saling bahu membahu.

Jangan di campurkan antara ranah spiritual dengan ranah nasional, atau antara ranah agama dengan ranah social. Spiritual dan keagamaan bersifat sangat personal, sangat pribadi, hanya untuk urusan diri sendiri. Oleh karenaya kebenarannya pun sangat individual, seperti yang sudah di singgung diatas benar buat A belum tentu benar buat B.

Namun jikalau masuk ranah nasional, ranah social. Maka kebenarannya menjadi satu dan seragam, yaitu tetap pada konsititusi kebangsaan yang sudah disepakati puluhan tahun lalu oleh founding father kita. Bahwa kita adalah Negara yang ber bhineka dan berpancasila, keluar dari itu berarti maker dan harus dibrantas.

Dalam membela kebangsaan mesiki aku dan kamu berbeda keyakinan dalah hal spiritualitas dalah hal pandangan keagamaan, namun untuk kebangsaan kita harus salaing bahu membahu untuk menghalau faham radikal yang ingin merubah fondasi kebangsaan ini.

Kalau Pancasila dan Bhineka mau dirubah, maka kita harus membubarkan Indonesia dulu, dan itu sama artinya kita menghianati perjuangan para pendiri bangsa ini. Dan saatnya kita , kamu dan dan aku, kita semua berkata dengan lantang “ AKU CINTA INDONESIA”.