Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




Di salah satu stasiun teve keluar berita kalau MUI mengeluarkan fatwa haram tentang mengemis, awalnya fatwa itu keluar karena pemda mengeluarkan peraturan tentang larangan mengemis. Pertanyaan lanjutannya adalah cukupkah ?

Inikah cerminan sebuah lembaga  yang dipercayakan untuk mengelola (memanage) umat, hanya mampu mengeluarkan fatwa haram, lantas apakah dengan kata haram dapat membuat pengemis itu berhenti meminta-minta ?.

Jawaban seorang pengemis yang diwawancarai teve tersebut, “ya, mau dibilang haram juga ngga apa-apa, orang kita Cuma cari makan, dikasih seiklasnya, tidak dikasih juga tidak apa-apa”

Temannya menimpali, “Yang nama haram itu kalau tidak sholat itu haram. Kita Cuma cari makan. . . “

Dan kemudian kembali kepada situasi lama bersembunyi dibalik ajaran, lidah siapa yang lebih cerdas mengolah kata, membalut  kata di dalam ajaran……

Fatwa-fatwa seperti jelas sudah tidak berguna untuk memperbaiki suatu kondisi, fatwa-fatwa seperti hanya akan menjadi kata-kata. MUI harus dapat mendidik umatnya.

MUI harus mencari sebab mengapa umatnya sampai mau merendahkan martabatnya demi mencari uang dengan jalan menjadi pengemis. Yang harus diberikan adalah pendidikan, bukan ‘teror’ haram. Para pengemis tersebut harus didik, pola pikirnya harus dirubah, jiwa kemanusiaannya harus dibangkitakan. Yang melatari mereka mau merendahkan martabat dirinya dengan menjadi pengemis adalah di karenakan hilangnya jiwa kemanusiaan dari dalam diri mereka, mereka lupa akan jati dirinya sebagai manusia. Dan itu yang harus di kembalikan.

Mungkinkan MUI bisa menjadi lebih bijak ? dan tidak hanya pandai mengeluarkan fatwa-fatwa. Uluran tangan yang penuh dengan cinta kasih yang dibutuhkan oleh umat, bukan terror ‘haram’.

Ya Allah Ya Rabb, ketuklah para hati para pemimpin negeri ini untuk tidak hanya pandai menatasnamakan-Mu, melainkan mampu merasakan kehadiran-Mu, sehingga pemimpin negeri ini dapat lebih lembut dan penuh dengan cinta kasih.