Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




Author Archives: Su Rahman

Lemah Raga gundah Aku terkapar Lelah Aku mengumbar Amarah jiwa Apa yang ku perangi ? Siapa yang ku perangi ? Iblis ! Duhai Iblis Dari abad ke abad Dari masa ke masa Kau ku perangi Tapi kau tak pernah mati Aku lahir Lantas mati Lahir lagi Kau masih tetap ada Kau adalah kekuatan Tanpamu agama [… Baca]

Dengarkanlah wahai wanita Tiada guna kau tangisi aku Aku tiada tersanjung oleh airmatamu Dengarkanlah wahai wanita Kapan terakhir kau tangisi bunda pertiwimu Pernahkah ? Jangan ! Jangan kau katakan kau dirundung sepi Dan berteman dengan kesendirian Bunda pertiwimu tak pernah meninggalkanmu Kemana langkahmu melangkah Kedua kakimu itu menapak pada tubuhnya Jangan ! Jangan kau tangisi [… Baca]

Tahukah kamu Wahai tuan  penceramah yang terhormat Ucapan tuan telah menciptakan Sebuah tembok Yang menyekat insan Di dalam ruang gelap nan pengap lagi sempit Aku tak keberatan Tuan ajarkan anak negeri ini Peraturan dari negeri orang Tapi ingatlah wahai Tuan penceramah Ini Indonesia Jikalau sebegitu hebatnya Mengapa tuan tak pergi saja ke negeri itu Dan [… Baca]

Demi Waktu Yang bergulir silih berganti Sesungguhnya tak akan Pernah ada Yang serupa Dalam hari Meski diam Diam Dan hanya Diam Tak ada yang serupa.

Kudengar Ratu berdendang Teman tapi mesra Ah Adakah yang lebih indah Daripada itu ? Tiada memiliki Tiada juga dimiliki Hanya mesra Ah Alangkah indahnya.

Kepalaku dipenuhi oleh hantu-hantu Pikiran riuh tak menentu Terkadang menjadi halusinasi Dalam wujud setan atau demit Dalam nafsu dan angkara Aku terhanyut Hantu Adalah pikiran yang terwujud Dalam denyut Yang tak teratur Dalam riuh Dalam hari

Di sini Di pasar dunia ini Aku hanyalah Seorang yang tersasar Dalam bingung Dalam sendiri Ku tanya pada setiap insan Yang ku jumpai Tentang rumah yang ku tuju Ada yang tahu Dan memberikan peta Namun hatiku berkata Itu bukan rumah Tujuanku Ada juga Yang sepertinya tahu Tetapi. . . . .  LUPA ! Ah dia [… Baca]

Sejenak Kusandarkan lelah ini Ku lepas jubah Atribut Yang menggerahkan Juga membebani Ku duduk jauh di belakang Tatap mesra matanya Pancing haru jiwa Lembut Pancaran wajahnya Lelehkan sombong Gurau Candanya Lupakan pada dunia Amarah Celoteh pedasnya Bangkitkan semangat Sejenak Kusandarkan beban Ada rasa Aman Juga Nyaman Jika dekat dengan-Nya

Ini hidupku Hari ini dan esok Ku ingin tetap cinta Kau Di hatiku Diam Kemarin Hari ini dan esok Aku cinta Kau Kekasih Ini hidupku Ku ingin tetap cinta Kau Meski Kau tak tersapa indera Di dalam diam Ku yakini saja Hari ini Esok Dan lusa Ku tetap cinta Kau

Bergandeng tangan Bersama anak negeri Lontarkan suara Kibarkan bendera Atas nama persatuan Ayo Maju ! Hormati sesama Hargai Perbedaan Ayo Maju ! Agamaku urusanku dengan Tuhan Negeriku urusan kita bersama Bersatu Ayo terus maju !