Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




Sungguh!, ada kegetiran dalam hati saya ketika saya mengingat sosok bertubuh besar yang satu ini. Betapa tidak, bapak dua anak ini menjadi bulan-bulanan permaianan hukum. Kegetiran itu kian menjadi getir ketika mengingat apa yang sudah dilakukan olehnya untuk bangsa ini,  ah . . . .

Sepanjang ingatan saya sudah sejak tahun 2010, Anand harus mondar – mandir ke pengadilan untuk menjalani proses hukum. Pada bulan November 2011, hakim Albertina Ho memutuskan penulis yang terkenal vocal ini tidak bersalah dan bebas dari segala macam tuduhan, Srikandi hukum Indonesia itu-pun menegaskan bahwa harkat martabat Anand harus dikembalikan dan dipulihkan.

Namun lagi-lagi hati ini harus memerah kegetiran demi kegetiran melihat permainan hukum di negeri ini, Anand yang sudah mendapatkan ketetapan hukum harus digiring ke penjara dengan esekusi paksa yang melibatkan pasukan bersenjata dan orang-orang berwajah garang dengan tubuh kekar, seolah Anand adalah manusia berbahaya yang melebihi keganasan teroris ketika kasasi dari Jaksa yang penuh dengan ke khilafan di kabulkan oleh MA.

AK-PNTak mengerti, dan tak pernah bisa juga untuk dapat mengerti. Seseorang yang memberikan dirinya, memberikan hidupnya untuk pengabdian bagi terwujudnya masyarakat berkesadaran justeru diperlakukan seperti itu, ada apa dengan negeri ini ?.

Sejak Feburari hingga Juni ini, Anand dipenjarakan secara paksa. Harkat dan martabatnya direnggut secara paksa. Tetapi dia tetap berjuang, darah kesatria yang mengalir di dalam dirinya begitu kental untuk menyerah begitu saja. Seorang Anand Krishna tetap tegak berdiri, lihat saja ketika dia membacakan peryataan sikapnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ketika persidangan permohonan PK digelar.

Dengan suara latang dan penuh kepercayaan diri, Anand menyampaikan kepada majelis hakim tentang kasasi yang dinila oleh banyak ahli hukum sebagai kasasi yang mengandung kekhilafan. Ketegakan semangat Anand dalam memperjuangkan keadilan menjadi sebuah inspirasi tersendiri bahwa seharusnya ketidakadilan memang harus dilawan, bahwa keadilan memang harus diperjuangan.

Tidak menyerah, dan berjuang tanpa kekerasan adalah sikap Anand Krishna terhadap tindak ketidak adilan yang menderanya. Bersama dengan lebih dari 40an teman-teman yang memberikan support kepada Anand Krishna, lelaki bertubuh besar ini masih mencari keadilan.

Doa saya di bulan penuh berkah ini, “Agar keadilan di negeri ini dapat ditegakan setegak-tegaknya, amin ya rabbal alamin”

= =

Jakarta, 19 Juli 2013

Photo By Prabu