Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

"Gunakan Semua Bakat dan Karunia yang Anda Miliki Untuk Perbaikan Masyarakat, Perbaikan Dunia dan Kebaikan Sesama
Inilah caranya melakoni hidup dalam doa"
~ Anand Krishna 




After.Life adalah Film Horor Amerika yang disutradarai olehAgnieszka Wójtowicz-VoslooLiam Neeson , Christina Ricci dan Justin Long. Film ini menyuguhkan kejutan tentang kesiapan manusia memasuki alam kematian, karena hanya permasalahan waktu saja manusia akan merasakan apa yang disebut dengan kematian. Kematian ada misteri kehidupan, ada yang memandang kematian adalah akhir, ada yang memandang kematian adalah sebuah jembatan penghubung,  apapun persepsi kita tentang kematian, kita tidak akan pernah dapat mecegah kematian itu datang.

AfterDan ketika kematian itu datang hanya ada satu pertanyaan yang kita semua harus dapat menjawabnya, “Sudah siapkah kita ?”.

Ternyata kejutannya adalah didalam film ini digambarkan bahwa hampir setiap mereka yang meninggal tidak siap dengan kematian,  mereka menolak kematian, meski sebenarnya kondisi mereka sudah mati. Didalam kematian mereka menolak kematian, sebuah kondisi yang amat mengerikan.

Adalah Liam Neeson yang berperan sebagai seorang pengurus pemakaman yang bertugas mempersiapkan jasad sebelum dimakamkan, ternyata Liam Neeson tidak hanya bertugas menyiapkan jasad secara phisik, ia juga menyiapkan jiwa mereka yang meninggal agar dapat menerima kematian dan melewati masa transisi antara dunia dan alam sana (yang sebenarnya tidak benar-benar ada disana).

Shock Therapy Yang Menyadarkan

Menyaksikan film ini menyadarkan kita semua bahwa begitu sedikitnya yang kita ketahui tentang kematian, dan kesedikitan pengetahuan tersebut yang kemudian membuat kita takut mati. Pada jaman dahulu leluhur kita sudah mengajarkan jauh-jauh hari tentang kematian, seorang murid diajak untuk merenungi tentang kematian. Para bijak jaman dahulu mengajak kita untukmenyadari kematian bukanlah suatu titik akhir, melainkan adalah jembatan.

Di dalam buku KEMATIAN  Panduan Untuk Menghadapinya Dengan Senyuman buah karyaAnand Krishna, tokoh spiritual ini mengajak kita untuk merenungi kematian sehingga kita tidak lagi memandang kematian sebagai suatu titik akhir. Buku ini sangat bagus dan sarat inspirasi bagi pejalan spiritual, karena pada akhirnya siapapun harus berhadapan dengan kematian. Dan bagi seorang pejalan spiritual memahami kematian adalah sebuah pelajaran yang tersendiri yang harus diselami secara pribadi.

“Jangan Lupa bahwa satu-satunya kepastian dalam hidup ini adalah ‘kematian’. Siapkah kau menerimanya, menghadapinya sewaktu-waktu?”

Jika jawaban anda adalah “YA”, ketahuilah, bahwa keberadaaan akan melindungi anda, karena anda telah menyatakan sikap anda. Karena anda menyakini Kasih dan Kebijakan-Nya” (Anand Krishna)

Disemua kitab suci kita diajarkan untuk ikhlas dan menerima apa yang diberikan oleh Tuhan didalam kehidupan ini, namun sering kali kita menolak apa yang kita terima dikehidpan kita masing-masing, karena  kita tidak mempercayai  kebijakan Tuhan. Ikhlas tidak bisa tumbuh dengan sendirinya,  ikhlas lahir dari pengetahuan akan nilai-nilai ke-Tuhanan.

 

Ketakutan kita terhadap kematian juga merupakan cermin betapa sedikitnya yang kita ketahui tentang Tuhan, saatnya kita mulai intropeksi dan melihat ke dalam diri. Hanya permasalahan waktu saja sebelum kematian datang menyapa kita, sebelum malaikat maut datang menyapa kita. Saya teringat ucapan seorang bijak, “Buatlah bingung malaikat maut yang datang dengan tawamu”.

Doaku hari ini, “Ya Rabb, sebelum kau berhentikan jantung ini. Ijinkanlah aku tuk memahami diriMu, ijinlah ku tuk mengerti kesejatian diri. Sehingga segenap ketakutan yang menghijab diriku dengan kasih-Mu sirna, amin ya Rabb, amin”

==

Refrensi :

KEMATIAN Panduan Untuk Menghadapi Dengan senyuman – Anand Krishna – Pt. Gramedia Pustaka Utama