Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
Dari Hati
Bhakti Sosial Di Panti St. Asuhan Vincentius

Dengan senyum yang ceria sekitar 40-an teman dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PPB)    [ ... ]


Menikmati Keceriaan Bersama Anand Krishna Di Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB)

Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) secara rutin setiap 2 minggu sekali menyelenggarakan acara ope [ ... ]


Ancient Indonesian History and Culture Bukan Hanya Belajar Sejarah Melainkan Memahami Juga Makna Filosofi Yang Terkandung

Ancient Indonesian History and Culture adalah sebuah program pembelajaran jarak jauh lewat internet  [ ... ]


Belajar Transpersonal Dari Developer Joomla

Joomla adalah salah satu software opensource berbasis CMS yang popular dan banyak digunakan oleh web [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday107
mod_vvisit_counterYesterday134
mod_vvisit_counterThis week107
mod_vvisit_counterLast week1314
mod_vvisit_counterThis month4451
mod_vvisit_counterLast month6834
mod_vvisit_counterAll113814

Online (20 minutes ago): 12
Your IP: 38.111.147.83
,
Now is: 2012-05-20 12:07
Who's Online
We have 35 guests online
Sudut Hati Cerita Jakarta Malam Itu
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Azan magrib berkumandang, membahana mengisi ruang kosong batin. Jalanan kian padat, wajah resah tak sabar menunggu antrian. Lampu-lampu telah dinyalakan, Jakarta menjelang malam bermandikan sinar.

Gemerlap, seolah berlomba menunjukan elok warnanya. Jakarta malam bermandikan sinar ribuan watt mengalahkan sinar lembut rembulan, wajah resah masih mengisi ruang. Di antara debu, di antara deru aku berdiri. Ah, alangkah sia-sianya cahaya gemerlap ribuan watt yang menghias wajah Jakarta, penghuninya sibuk dengan urusannya sendiri. Tak ada yang sadar akan keindahan Jakarta pada malam hari.

Semua sibuk berpacu dengan dirinya, dengan nafsunya.
Mesin-mesin menderu mengisi volume udara dengan bising.
Membanjiri oksigen dengan karbon co2.
Pikiran yang saling getar sahut menyahut membuat kebisingan tersendiri.

Namun cahaya gemerlap Jakarta seolah tak terpengaruh oleh deru hiruk dan bising yang mengisi ruang dan waktu. Di antara deru dan debu aku masih berdiri. Masih menikmati cahaya gemerlap yang menghiasi Jakarta malam itu. Tanpa peduli ribuan bohlam lampu aneka warna terus memancarkan cahayanya mengisi ruang. Merah tak pernah iri karena kebetulan biru lebih terang dari dirinya. Hijau santai-santai saja meski sinarnya makin meredup, semua berjalan  tanpa konflik, tanpa beban. Karena semua hanya saling mengisi. Semua menyadari  akan kefanaan sang waktu, beberapa belasan jam kemudian ketika listrik dipadamkan, ketika mentari mulai menggeliat,  semuanya harus tertidur. Andai kata ada pemilik lampu yang lupa mematikan aliran listrik, sinar mentari akan meredukan pijar lampu. Dapatkah pijar lampu menyombongkan dirinya dihadapapan sang surya ?.

Kesibukan telah membuat kita buta, bahwa sesungguhnya keindahan menyelimuti kehidupan kita. Aneh, kita membangun Jakarta, menghiasi Jakarta dengan segenap kemewahan ribuan watt cahaya, namun kita tak pernah menikmati keindahan itu. Bahkan kita tak pernah menyadari bahwa semua itu adalah indah.

Aku masih disini di antara debu dan deru.
Menatap kesia-siaan dalam hidup.
Kemana semua yang kau kumpulkan akan berlabuh ?
Engkau akan berpisah dengan apa yang kau kejar hari ini, kehidupan akan membawamu, juga aku. Kita semua pada pelabuhan kematian. Kematian akan menjemputmu, tanpa pemberitahuan. Tidakah kau ingin menikmati keindahan ini?,  Bersamaku boleh. Bersama kekasihmu pun tak mengapa. Sendiripun tak ada yang menyalahkan.

Diam, dan nikmatilah wahai jiwa.
Diam, dan sandarkan pundakmu sejenak.
Rebahkan beban itu
Tanggalkan jubah itu
Diam
Diam
Dalam ketelanjangan, kita nikmati malam ini dalam gemerlap cahaya ribuan watt Jakarta. Kesibukanmu telah membutakan matamu tuk melihat semua keindahan ini, kau mencari keindahan ke kota orang padahal dikotamu sendiri bermandikan cahaya.  

Tak perlu bicara, tak usah komentar. Diam, dan nikmati keindahan malam ini. Karena mungkin, hanya kemungkinan saja esok engkau akan mati. Ah, alangkah menyedihkannya. Karena engkau akan masuk pada ruang gelap menanti datangnya kiamat. Tak ada satupun yang tahu kapan kiamat akan datang.

Dan dalam ketak-pastian itu, engkau berdiam sendiri, menanti. Tak ada lagi cahaya ribuan watt yang dapat kau nikmati. Mungkin di sana karena engkau alim, engkau bertemu dengan malaikat, tetapi tetap saja engkau sudah tak lagi dapat menikmati ribuan watt cahaya.

Atau,
Mungkin.
Justeru engkau dapat menikmatinya. Karena engkau tak pernah kemana-mana, engkau masih tetap disini. Bersamaku.



 


Baca Juga :