Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
Dari Hati
Bhakti Sosial Di Panti St. Asuhan Vincentius

Dengan senyum yang ceria sekitar 40-an teman dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PPB)    [ ... ]


Menikmati Keceriaan Bersama Anand Krishna Di Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB)

Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) secara rutin setiap 2 minggu sekali menyelenggarakan acara ope [ ... ]


Ancient Indonesian History and Culture Bukan Hanya Belajar Sejarah Melainkan Memahami Juga Makna Filosofi Yang Terkandung

Ancient Indonesian History and Culture adalah sebuah program pembelajaran jarak jauh lewat internet  [ ... ]


Belajar Transpersonal Dari Developer Joomla

Joomla adalah salah satu software opensource berbasis CMS yang popular dan banyak digunakan oleh web [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday107
mod_vvisit_counterYesterday134
mod_vvisit_counterThis week107
mod_vvisit_counterLast week1314
mod_vvisit_counterThis month4451
mod_vvisit_counterLast month6834
mod_vvisit_counterAll113814

Online (20 minutes ago): 12
Your IP: 38.111.147.83
,
Now is: 2012-05-20 12:08
Who's Online
We have 35 guests online
Sudut Hati Cerita Ketika
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Ketika kesadaran menguak tabir ilusi ,  sejuta makna berbicara dalam diam. Dalam diam, cerita terhampar.

Aku pernah di sini, bersamamu.
Kita pernah menari bersama,  bertempur bersama, kita pernah membunuh dengan nafsu angkara bersama, kita juga pernah bernyanyi, kita juga pernah menangis dan tertawa bersama.

Bersama kita pernah melakukan banyak hal, bahkan semua hal, tak perduli itu baik atau buruk. Bagi kita baik dan buruk sudah tak berarti apa-apa, baik dan buruk adalah selendang sutera titihan kehidupan yang harus kita lalui, bersama

kita telah lalui masa itu.
Tetapi jiwaku tetap dahaga.

Abad-bad berlalu mengukir sendi-sendi sejarah dengan dongeng tentang peradaban, kejayaan dan kehancuran. Jiwaku yang masih dahaga mengembara, melintasi cahaya, menukik dan meliuk. Jiwaku yang masih dahaga kembali mencari labuhan, ah ! sekali lagi aku menatapmu mentari.

Ketika jiwa bermandikan cahaya, tak ada kegelapan. Semua menjadi terang, menjadi teramat indah. Tetapi, kemudian karena ketidakwaspadaan. Lorong-lorong gelap nan licin mengelincirkan aku.

Ketika kewaspadaan menurun, jebak dan lajur ilusi kehidupan memaparkan duka. Kembali dalam lorong gelap, jiwaku yang masih dahaga mengembara. Mencari cahaya, yang sejenak tadi memandikanku dengan sensasi nikmat surgawi.

Jiwaku yang masih dahaga, kembali mengapai-gapai sambil berteriak,

“Tuhan, dimana engkau ?. Sejenak tadi mataku  dan mataMu saling tatap, tetapi sekarang bola-bola mataku hanya memandang gelap,
Gelap,
Dan hanya kegelapan.

Di dalam kegelapan,
Jiwaku yang masih dahaga mengapai-gapai. “Tuhan. . . Tuhan dimana Engkau?”

Ketika kewaspadaan menurun, semua menjadi kembali seperti semula. Gelap !.
Dan,
hanya kegelapan.
Senyap
Dan,
Hanya kesenyapan.

“TUHAN TOLOOOOOOONG aku ! ! ! “



 


Baca Juga :