Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
Dari Hati
E-learning Spiritual Bagi Orang Modern

Pengertian E-Learning Dalam Kacamata Orang Awam   E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (dist [ ... ]


Food , Inc (ketika Keserakahan Menguasai Industri Makanan Dunia)

Jumat, 25 November 2011. Di padepoan One Earth One Sky One Humandkind diputar film berjudul Food, In [ ... ]


Me And My Book

Sekitar 8 - 10 tahuan lalu ketika sedang pacaran dengan seseorang berinisial M, toko buku adalah tem [ ... ]


Ketika Aku Menjadi Saksi Persidangan Andra Krishna Bagian 3

Pagi menjelang, sinar terang mentari memupuskan pedar-pedar mimpi malam tadi, mimpi indah, mimpi bur [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday14
mod_vvisit_counterYesterday243
mod_vvisit_counterThis week835
mod_vvisit_counterLast week1515
mod_vvisit_counterThis month4796
mod_vvisit_counterLast month7577
mod_vvisit_counterAll93317

Online (20 minutes ago): 11
Your IP: 180.76.6.212
MOZILLA 5.0,
Now is: 2012-02-23 01:46
Who's Online
We have 17 guests online
Sudut Hati Cerita Ketika Aku Menjadi Saksi Persidangan Andra Krishna Bagian 3
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Pagi menjelang, sinar terang mentari memupuskan pedar-pedar mimpi malam tadi, mimpi indah, mimpi buruk semua tergerus oleh sinar mentari, namun tidak mimpi Shinda kencana. Mimpi buruk yang sudah menemaninya selama beberapa tahun terakhir ini, mimpi buruk tentang amarah dan dendam. Tidak pagi, tidak siang, tidak juga sore. Tertidur atau terjaga, Shinda tetap hidup dengan mimpinya, mimpinya tetap hidup.

 

Diseruputnya teh hangatnya,

 

Dirasakan penat tubuhnya, tidurnya tidak cukup nyenyak untuk memberikan syaraf-syaraf waktu untuk beristirahat, beberapa bulan ini ia sering merasakan migren memukul-mukul kepalanya dengan keras sekali. Di tatapnya tembok lurus kedepan, seolah-olah tatapnya itu ingin menjebol tembok, digali-galinya pikiran dirasakannya ia berlari-lari di pantai berpasir tiada ombak, tiada bertepi, berlari dan terus berlari . . . . .

 

 

 

Diputar-putar cangkir tehnya, sambil memutar benak menyusun siasat untuk menghubungi hakim Barry Sesongko, ilmu NLP sudah dikuasai olehnya. Ilmu ini sebenarnya dipergunakan oleh para therapis untuk melakukan pendekatan kepada kliennya agar dapat lebih dalam mencari akar permasalahan yang dialami oleh si klien, namun ditangan yang jahat ilmu ini bisa disalah gunakan. Sama seperti ilmu hypnotheraphy yang dapat dimanfaatkan untuk membantu trauma seseorang atau membantu mengatasi kebiasaan buruk, atau ditangah seorang theraphis yang tak bertanggungjawab ilmu hypnotheraphy bisa dipergunakan untuk menamam sebuah ingatan palsu, Shinda merinding sendiri jika dia mengingat perlakukan mereka terhadap Tari.

 

“Untung itu anak ngga jadi gila” gumamnya sambil bergidik.

 

Shinda menarik nafas dalam, satu .. dua .. tiga detik ditahannya di dalam rongga dada sebelum dihembuskannya, ada rasa ganjil di dalam lubuk sanubarinya yang mengerogoti alam jaganya, seolah-olah berkata “Hey.. apa yang sedang kamu lakukan ?, tidak kah kau ingat bahwa setiap kejahatan sebutir debu akan dibalas dengan kejahatan sebutir debu, dan kebaikan sebutir debu akan dibalas dengan kebaikan sebutir debu”

 

Sekali lagi Shinda menarik nafas, satu.. dua.. tiga… ditahannya di dalam ronga dada, kemudian menghembuskannya, seolah dia ingin menghalau getar-getar kesadaran yang sayup-sayup lemah mulai merongrongnya. Pedar-pedar binar kesadaran itupun kembali terkurung di dalam ruang gelap sudut hati, meski sesekali ia menggeliat mengetuk-ngetuk alam jaga.

 

*

 

Siang hari sesudah makan siang,

 

Aku memandang handphone, jemari tangan siap menekan nomor hakim Barry Sesongko, namun ada keraguan, ah, ku buang nafas. Mengelus –elus ujung rambut, dan mempermainkannya dengan jemari. Kemudian aku mengambil BB, dan mulai menuliskan pesan lewat BBM ke hakim Barry Sesongko.

 

Oya, mungkin kalian sudah kenal dengan diriku, namaku Shinda Kencana.

 

“Pak Hakim lagi ngapain pak ?” jemariku menekan tombol send

 

Pesan terkirim, dua menit,

Tiga menit,

Lima menit,

Tak ada balas,

Kemudian ku tekan “PING”

Pesan terkirim, dua menit

Tiga menit,

Lima menit,

Tak ada balas,

“Ughkkkk. . .” aku mendegus sambil mengepalkan kelopak tangan keudaraan,

“Jual mahal amat nih si hakim tua ini”

Wringgggg, BBM berbunyi

Aku melihat pesan yang masuk,

“Baru habis makan siang, sedang memperiapkan diri untuk bersidang”

“O… pantes lama balesnya. Sidang apa pak?”

“Ah, biasa lah, sidang sehari-hari”

“Hehehehe sibuk terus dong “

“Ya namanya juga hakim, kalau tidak sibuk tukang parkir namanya”

“Hihihi bapak bisa ajah”

“Ada apa BBM, saya malas lho sebenarnya balas BBM kalau ngga penting-penting banget”

Aku merengut, “Belagu” gumaku dalam hati, kembali aku mengetikan tut-tut BB menuliskan pesan

“Ndak, gimana kalau kita ketemuan yuk pak, makan-makan”

“Wah itu melanggar aturan dong”

“Yak-an aturan dibuat untuk dilanggar pak”

“Ah jangan suka begitu, nanti kamu bermasalah dengan hukum”

“Lha – kan ada bapak yang dapat melindungi saya dari kesulitan hukum”

Aku mulai melakukan penetrasi dengan lembut dan menggoda, seperti yang sudah di dapatkannya dari kursus kilat NLP.

“Hehehehe jangan begitu, nanti kamu ketagihan”

Jebret !, pak hakim masuk perangkap,

“Mampus luh” pekik batin Shinda

“Kalau yang begitu ketagihan juga ngga apa-apa”

“Waduh…. Kaya udah nyoba ajah”

“Kan ngebayangin, juga udah keberasa”

“Waduh……”

“Kok Waduh mulu sih pak”

“Iya jadi keberasa juga”

“Gimana pak ketemuan yuk, makan-makan”

“Wah kalau di depan public saya ngga berani”

“Ya udah kalau gitu di mobil ajah, kita jalan-jalan, sambil makan-makan juga ngobrol-ngobrol”

“Hmmmm…. Gimana yah”

“Ayo dong pak, apa bapak ngga kepingin waduh lagi ?”

“Waduh”

“Tuh kan Waduh lagi, Cuma kan kalai di ketik waduhnya tidak enak pak”

“Ya sudah nanti saya hubungi lagi, saya mau sidang. Nanti malah tidak konsen”

“Ya deh, met sidang yah pak”

“Oya Rabu kamu datang ke pengadilan”

“Ya datang dong pak, kan pengen ngeliat bapak”

“Waduh . . .  .  ya sudah sampai melihat hari rabu”

“Cee U bapak hakim”

Hubungan berakhir.

“Ganjen” makiku dalam hati sambil meletakan BB di meja, aku  kembali masuk ke alam pikiraku, “eh, seru juga yah” pekik batinku,

 

Sudah lama tidak merayu-rayu seperti itu, jadi inget waktu di sekolah dulu. Akupun cengegesan sambil membayangkan apa yang terjadi pada pak Hakim Barry Sesongko, kemudian jemariku menekan nomor telpon Albrony.

 

“Ya bagaimana” Suara Albrony menyahut disana,

“Beres sepertinya musang sudah mulai masuk perangkap”

“Jadi mau dia ketemu” Albrony penasaran

“Belum tapi dia mulai genit”

“Hahaha bagus itu, namanya juga dia bujangan dijakarta sendirian, Jablay, jadi dapat hembusan angin wangi dikit langsung beringasan”

Aku tertawa,

“Tak salah prediksi saya mengenai ini orang, oke lanjutkan !”

“Beres!”

“Saya sedang mengurus bagaimana agar kamu dan lainnya bisa masuk ke ruang sidang, kita harus dapat mematai-matai jalannya persidangan agar manuver kubu Andra dapat kita patahkan.”

“Bagaiaman caranya?” ganti aku yang penasaran, Albrony ini emang jagonya kalau menyusun rencana bulus, gak ada duanya,

“Sudah biar itu akau yang atur, tugasmu memasukan musang ke dalam sarung eh… kandang hahahahahah”

“Siap” aku cekikikan juga, mulai menikmati permainan ini

“Jangan sampai gagal, musang itu adalah kuncinya”

“Mengerti”

“Oke yah, kalau ada kemajuan telpon saya”

“Oke”

Hubungan telpon terputus.

*

 

Bersambung . . . .  .



 


Baca Juga :