Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
Dari Hati
E-learning Spiritual Bagi Orang Modern

Pengertian E-Learning Dalam Kacamata Orang Awam   E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (dist [ ... ]


Food , Inc (ketika Keserakahan Menguasai Industri Makanan Dunia)

Jumat, 25 November 2011. Di padepoan One Earth One Sky One Humandkind diputar film berjudul Food, In [ ... ]


Me And My Book

Sekitar 8 - 10 tahuan lalu ketika sedang pacaran dengan seseorang berinisial M, toko buku adalah tem [ ... ]


Ketika Aku Menjadi Saksi Persidangan Andra Krishna Bagian 3

Pagi menjelang, sinar terang mentari memupuskan pedar-pedar mimpi malam tadi, mimpi indah, mimpi bur [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday15
mod_vvisit_counterYesterday243
mod_vvisit_counterThis week836
mod_vvisit_counterLast week1515
mod_vvisit_counterThis month4797
mod_vvisit_counterLast month7577
mod_vvisit_counterAll93318

Online (20 minutes ago): 12
Your IP: 38.107.179.212
,
Now is: 2012-02-23 01:46
Who's Online
We have 17 guests online
Sudut Hati Artikel PETRUK DADI RATU SEBUAH LAKON PEMBANGKANGAN
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Banyak yang mengartikan lakon Petruk Dadi ratu sebagai sebuah simbol ketidak becusan seorang pemimpin, atau seorang yang tidak layak menjadi pemimpin dijadikan pemimpin wal hasil adalah kekacauan. Bisa juga di artikan sebagai khayalan yang berlebih, lha masak Petruk pengen jadi pemimpin ?, jongos mau jadi Raja.


Meski sebenaranya hal itu tidaklah tepat, karena pada dasarnya Petruk adalah bukan manusia biasa, Petruk merupakan cerminan dari salah satu pribadi Semar. Kesaktian Petruk melebihi kesaktian para Dewa dan Penguasa mayapada Baca Tentang Siapa Petruk. Lantas apa yang mendasari kemudian keluarnya lakon Petruk Dadi ratu ?, jawabannya adalah kekacauan dan ketidakseimbangan.


Segalanya berjalan sudah tidak pada fitrahnya, sudah tidak pada tempatnya. Dimana Pebisnis menjadi pejabat, dimana pemuka agama menjadi wakil rakyat, dimana pelawak menjadi wakil rakyat. Apa yang terjadi jika kuda makan sambal, bahkan doyan sambal ? yang terjadi adalah keliaran, sang kuda ngamuk. Apa yang terjadi jika kambing suka makan daging ? yang terjadi adalah kambing menjadi buas. Apa yang terjadi ketika harimau memakan rumput ? yang terjadi adalah harimau menjadi pengecut.


Dalam dunia pewayangan, saat gonjang-ganjing sudah sampai pada taraf yang sangat tidak wajar, para punakawan—Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong—mulai membangkang. Puncak pembangkangan terjadi ketika Petruk melabrak Kahyangan Jonggring Saloko (istana para penguasa), mengobrak-abrik dan mendekonstruksi tatanan yang selama ini dipakai para penguasa serta para elite untuk berselingkuh dan melakukan manipulasi.


Arjuna, sang sang pimpinan yang biasanya dilayani punakawan, dipaksa mematuhi titah Petruk, sang raja baru. Saat itulah Petruk membuka seluruh aib para penguasa. Yang perlu disingkapi dalam lakon ini adalah bukan khayalan seperti versi umum, melainkan adalah Petruk sebagai pemimpin Revolusi yang menjungkir balikan tatanan khayangan yang pada saat itu memang sudah sangat kacau. Petruk merevolusi semua tatanan agar kembali pada tempat yang semestinya.


Dan itu hanya dilakukan oleh Petruk dalam 1 malam, hal ini menyiratkan bahwa Petruk adalah pribadi yang sadar akan peranannya, setelah semua baik, semua berjalan normal, maka Petruk kembali kepada peranan awalnya menjadi seorang pengabdi.


Episode Petruk Dadi Ratu Ini ditutup dengan turunnya Semar mengatasi kondisi :


.........Petruk tersenyum mengingat peristiwa itu. “Ah… hanya Hyang Widi yang perlu tahu apa isi hatiku, selain Dia aku tak perduli”


Kembali dia mengayunkan “pecok”nya membelah kayu bakar. Sambil bersenandung tembang pangkur:
“Mingkar-mingkuring angkoro, akarono karanan mardisiwi, sinawung resmining kidung, sinubo sinukarto….”

Berikut Ringkasan Kisah Petruk Dadi ratu.

Sebagai salah satu punakawan resmi mayapada. Petruk sudah mengabdi kepada puluhan”ndoro” (tuan), sejak jaman Wisnu pertama kali menitis ke dunia. Hingga saat Wisnu menitis sebagai Arjuna Sasrabahu, menitis lagi sebagai Rama Wijaya, menitis lagi sebagai Sri Kresna. Petruk tetap di sini sebagai seorang pengabdi, karena itu adalah peranan agungnya.


Petruk hanya bisa tersenyum kadang tertawa geli, dan sesekali melancarkan protes akan kelakuan “ndoro-ndoro” (tuan-tuan)-nya yang sering kali tak bisa diterima nalar. Tapi ya memang hanya itu peran Petruk di mayapada ini. Dia tidak punya wewenang lebih dari itu. Meskipun sebenarnya kesaktian Petruk tidak akan mampu ditandingi oleh tuannya yang manapun juga.


Berbeda dengan Gareng yang meledak-ledak dalam menanggapi kegilaan mayapada, berbeda pula dengan Bagong yang sok cuek dan selalu mengabaikan tatakrama. Petruk berusaha lebih realistis dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi. Meskipun nyeri dadanya acapkali muncul saat melihat kejadian-kejadian hasil rekayasa ndoro-ndoro nya.


Petruk sudah hafal betul dengan model paham kekuasaan di Karang Kedempel dari waktu ke waktu. Kalau mau, sebenarnya bisa saja Petruk mengamuk dan menghajar siapa saja yang dianggap bertanggung jawab atas kesemrawutan pemerintahan. Dengan kesaktiannya, apa yang tak bisa dilakukan Petruk, bahkan (dulu) pernah terjadi, Sri Kresna hampir saja musnah menjadi debu dihajar anak Kyai Semar ini.
Tapi Petruk sudah memutuskan untuk mengambil posisi sebagai punakawan yang resmi. Dia sudah bertekad tidak lagi mengambil tindakan konyol seperti yang dulu sering dia lakukan. Baginya, kemuliaan seseorang tidak terletak pada status sosial. Pengabdian tidak harus dengan menempati posisi tertentu. Melinkan pada pengabdiannya terhadap nusa dan bangsa.


Singkat cerita Petruk menjelma menjadi Prabu Kanthong Bolong, Petruk melabrak semua tatanan yang sudah terlanjur menjadi “main stream” model kekuasaan di mayapada. Dia menjungkirbalikkan anggapan umum, bahwa penguasa boleh bertindak semaunya, bahwa raja punya hak penuh untuk berlaku adil atapun tidak.


Karuan saja, Ulah Prabu Kanthong Bolong membuat resah raja-raja lain. Bahkan, kahyangan Junggring Saloka pun ikut-ikutan gelisah. Kawah Candradimuka mendidih perlambang adanya “ontran-ontran” yang membahayakan kekuasaan para dewa.


Maka secara aklamasi disepakati, skenario “mengeliminir” raja biang keresahan. Persekutuan raja dan dewa dibentuk, guna melenyapkan suara sumbang yang mengganggu tatanan keyamanan yang sudah terbentuk selama ini.


Hasilnya?, semua usaha untuk melenyapkan suara sumbang itu gagal total.Bukannya Prabu Kanthong Bolong yang mati. Tapi raja jadi-jadian Petruk ini malah mengamuk. Siapapun yang mendekat dihajarnya habis-habisan. Kresna dan Baladewa dibuat babak belur. Batara Guru sang penguasa kahyangan lari terbirit-birit.


Kesaktian dan semua ajian milik dewa-dewa dan raja-raja, seperti tak ada artinya menghadapi Prabu Kanthong Bolong. Tahta Jungring Saloka pun dikuasai raja murka ini.


Keadaan semakin semrawut. Sampai akhirnya Semar Bodronoyo turun tangan mengendalikan situasi.
“Ngger, Petruk anakku!”, Semar berujar pelan, suaranya serak dan berat seperti biasanya. “Jangan kau kira aku tidak mengenalimu, ngger!”


“Apa yang sudah kau lakukan, thole? Apa yang kau inginkan? Apakah kamu merasa hina menjadi kawulo alit? Apakah kamu merasa lebih mulia bila menjadi raja? “


“Sadarlah ngger, jadilah dirimu sendiri“.


Prabu Kanthong Bolong yang gagah dan tampan, berubah seketika menjadi Petruk. Berlutut dihadapan Semar. Dan Episode “Petruk Dadi Ratu” pun berakhir.


Petruk tersenyum mengingat peristiwa itu. “Ah… hanya Hyang Widi yang perlu tahu apa isi hatiku, selain Dia aku tak perduli”


Kembali dia mengayunkan “pecok”nya membelah kayu bakar. Sambil bersenandung tembang pangkur:
“Mingkar-mingkuring angkoro, akarono karanan mardisiwi, sinawung resmining kidung, sinubo sinukarto….”


Hahahaha dan Petruk pun tertawa kembali melakoni perannya sebagai Punakawan Resmi mayapada ini.

Dirangkum Dari Berbagai Sumber



 


Baca Juga :