Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
Dari Hati
Bhakti Sosial Di Panti St. Asuhan Vincentius

Dengan senyum yang ceria sekitar 40-an teman dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PPB)    [ ... ]


Menikmati Keceriaan Bersama Anand Krishna Di Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB)

Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) secara rutin setiap 2 minggu sekali menyelenggarakan acara ope [ ... ]


Ancient Indonesian History and Culture Bukan Hanya Belajar Sejarah Melainkan Memahami Juga Makna Filosofi Yang Terkandung

Ancient Indonesian History and Culture adalah sebuah program pembelajaran jarak jauh lewat internet  [ ... ]


Belajar Transpersonal Dari Developer Joomla

Joomla adalah salah satu software opensource berbasis CMS yang popular dan banyak digunakan oleh web [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday95
mod_vvisit_counterYesterday134
mod_vvisit_counterThis week95
mod_vvisit_counterLast week1314
mod_vvisit_counterThis month4439
mod_vvisit_counterLast month6834
mod_vvisit_counterAll113802

Online (20 minutes ago): 11
Your IP: 38.111.147.83
,
Now is: 2012-05-20 11:48
Who's Online
We have 28 guests online
Sudut Hati Artikel Sudah siapkah kau menjadi murid ?
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Seorang teman mengkritik habis seorang guru, mencercanya, semua yang dilihat dari guru itu adalah kekurangan. Bahkan simbol-simbol logo pun yang memang sudah agak lapuk dikritiknya sebagai simbol tanda akan runtuhnya sang guru.

Lucu, seorang moralis. Teman itu berdiri di dalam tataran moral, namun kehidupan pribadinya sendiri, entah harus bilang apa, sangat tidak tertata. Lucu, seorang berkata tentang moral tetapi kehidupan pribadinya sendiri sudah tidak bermoral, ia mencari makan dengan menjual ijasah, bisnis ilegal.

Siapa yang dapat kau bohongi, aku adalah dirimu.

Saya tidak tahu apakah pekerjaanya itu benar atau salah, benar buat siapa ?. Mungkin benar buat kondisinya saat ini, dan salah di mata hukum. Tetapi mungkin itu juga kehendak Tuhan. Saya bukan seorang moralis yang berdiri di tataran benar dan salah, saya juga bukan seorang hakim yang mengetahui tentang kebenaran sehingga saya mampu menyimpulkan benar dan salah. Saya hanyalah orang biasa yang tengah mencari jalan untuk pulang.

Ironisnya, apa yang dicercakannya kepada seorang guru itu adalah semua kekurangan yang sebetulnya ada di dalam dirinya. Sesuatu yang ada di dalam relung batinya yang tidak ia akui, atau sengaja ia tutupi. Ah, ironis. Sibuk mengatakan orang munafik, tetapi kemudian munafik buat diri sendiri. Sebuah gejolak keinginan, yang selama ini dipulas sedemikian rupa dalam balutan filsafat dan moralitas.

Saya berpikir guru itu sengaja menunjukan apa yang menjadi kekurangan, namun karena kita tidak mampu menangkap pesan sang guru kita kemudian mensalah tafsirkan ucapannya, dan justeru melihat kekurangan tersebut pada diri orang lain, seperti yang sudah saya katakan bahwa kita lebih mudah mengakui, lebih mudah menyadari kekurangan yang ada di dalam diri orang lain.

Jikalau kita begitu hebat tentunya kita sudah tidak ada di sini, entah kita berada di dalam dimensi kehidupan yang seperti apa. Dan jika kita begitu hebat tentunya sekarang kita sudah menjadi guru, bukan menjadi orang bingung yang sedang mencari arah untuk pulang.

Jikala ego dan keangkuhan masih tidak mampu diruntuhkan, bagaimana kita dapat belajar?,  bagaimana kita dapat menyerap sebuah pengetahuan jika kita merasa sudah tahu ?, jelas ada perbedaan diantara merasa tahu dan tahu.

Dan repotnya lagi kita ingin belajar tetapi mencari guru yang memiliki kecocokan metode pengajaran dengan diri kita.

Jika kita tidak siap duduk menjadi murid, maka selama itu pula lah kita tidak akan pernah bisa belajar. Guru itu bernah berkata seperti itu, pada waktu itu perkataanya lewat begitu saja. Dan saya baru menyadarinya sekarang, betapa fundamentalnya perkataan itu.

Hujan berkah selalu datang pada musim-musim tertentu, namun jikalau kita menutup diri, membalikan cawan. Maka hujan berkah itu sendiri akan berlalu begitu saja.

Saya menegurnya dengan keras, bahkan tidak lagi menganggapnya sebagai seorang teman. Semata hanya untuk menyadarkan dirinya, bahwa kepalamu begitu besar sehingga tidak ada ruang untuk kerendahan diri. Ego mu begitu berkarat sehingga kau begitu sombong dan merasa hebat. Sekali lagi jikalau kau memang hebat kau tidak akan di sini bersamaku mencari jalan untuk pulang.

Tidak mudah meruntuhkan ego, karena diri akan selau terluka.

So long. . .  God bless you Always. I do not try to make you my enemy and i am not any body's enemy, but i just show you the biggest things about you, i hope you can learn it.

Selalu ada hujan berkah dalam musim-musim tertentu, semuanya tergantung cawan yang kita miliki apakah sudah ditaruh pada tempat yang benar dan tidak terbalik atau bocor.

Bahkan pada musim kemarau hujan berkah tetap dapat turun, berjaga-jagalah selalu agar tidak terlewat begitu aja. Hidup begitu singkat, Michael Jakson hanya menikmati hidup selama 50 tahun, dan mungkinkah kita juga dapat melampai 50 tahun itu ? dan dapatkah perbuatan kita, hasil karya kita di dalam 50 tahun itu lebih besar dari MJ ?



 


Baca Juga :