Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
Dari Hati
Bhakti Sosial Di Panti St. Asuhan Vincentius

Dengan senyum yang ceria sekitar 40-an teman dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PPB)    [ ... ]


Menikmati Keceriaan Bersama Anand Krishna Di Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB)

Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) secara rutin setiap 2 minggu sekali menyelenggarakan acara ope [ ... ]


Ancient Indonesian History and Culture Bukan Hanya Belajar Sejarah Melainkan Memahami Juga Makna Filosofi Yang Terkandung

Ancient Indonesian History and Culture adalah sebuah program pembelajaran jarak jauh lewat internet  [ ... ]


Belajar Transpersonal Dari Developer Joomla

Joomla adalah salah satu software opensource berbasis CMS yang popular dan banyak digunakan oleh web [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday98
mod_vvisit_counterYesterday134
mod_vvisit_counterThis week98
mod_vvisit_counterLast week1314
mod_vvisit_counterThis month4442
mod_vvisit_counterLast month6834
mod_vvisit_counterAll113805

Online (20 minutes ago): 12
Your IP: 38.107.179.211
,
Now is: 2012-05-20 11:53
Who's Online
We have 27 guests online
Sudut Hati Artikel Begitu Mudahnya dan Begitu Sulitnya
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

“Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat : bersujudlah kamu kepada Adam, Maka sujudlah mereka sekalian, kecuali Iblis, ia tak mau sujud dan telah berlaku sombong, dan telah menjadi kafir” Al Baqarah : 34

Kafir merupakan kata andalan untuk mencap sesorang atau kelompok yang tidak sejalan dengan pemahaman kelompok lain, Kafir adalah kata yang sering di tarik ulur digunakan untuk kepentingan tertentu.

Pada Al baqarah : 34 itu sebenarnya Allah sudah memberikan definisi kafir dengan sangat gamblang “…ia tak mau sujud dan telah berlaku sombong, dan telah menjadi Kafir”

Jelas di situ kafir merupakan suatu sifat yang bisa dialami oleh siapa saja, sifat sombong. Barang siapa sombong itu adalah yang kafir.

Lantas kemudian, apakah dengan membakar rumah ibadah umat yang tidak seagama bukan merupakan prilaku kafir ?, jelas itu adalah tindakan kafir. Karena yang melakukan pembakaran terhadap rumah ibadah umat lain telah berlaku sombong, sombong karena merasa dirinya paling benar, agamanya yang terbenar. Taruhlah agamamu yang paling benar, lantas apakah itu serta merta kamu memiliki hak untuk menghancurkan agama lain ? umat lain ?. Ah, alangkah sombongnya kamu, bukankah yang kuasa itu hanyala Allah ?.

Begitu juga dengan pemikiran seseorang atau kelompok yang tidak sesuai dengan faham yang dianut, maka kelompok itu akan mengatakan kelompok yang lain yang tidak sepaham dengan makian Kafir !, lantas siapa yang sebenarnya Kafir itu ?, yang kafir adalah mereka yang suka  mengkafir-kafirkan orang atau kelompok lain. Karena mereka telah sombong, dan yang sombong Cuma Iblis, dan Iblis adalah kafir.

Yang menarik lagi tentang sujud, “….. ia tak mau sujid dan telah berlku sombong, dan telah menjadi Kafir”
Apa susahnya sujud secara fisik ?, anak kecil pun bisa, namun sujud secara batin, mensujudkan ego di hadapan yang maha kuasa, adalah permasalahan yang berbeda.

Sudah secara fisik mudah, dan siapa saja sanggup melakukan. Sujud secara batin, mensujudkan ego, ah, penderitaan yang akan dirasakan, karana dalam proses mensujudkan ego itu sang ego sendiri akan terluka, dan tak banyak yang dapat melakukan itu.

Ia yang telah dapat mensujudkan ego tidak lagi memaksa bahwa jalannya yang paling benar, ia meyakini jalannya dan melakoninya, namun tidak memaksakan.

“Jalanku tidak lebih baik dari Jalanmu, karena susungguhnya kita sedang menuju sumber yang sama lewat jalan yang berbeda”

Ia yang telah dapat mensujudkan egonya tidak akan membantai, melukai apa lagi membunuh orang atau kelompok lain yang tidak sepaham dengan pemahamnya.

“Fahamku tidak lebih baik dari fahammu, karena sesungguhnya faham itu akan mengantar kita kepada cinta yang satu”

“Cintaku tidak lebih besar dari cintamu, karena cinta kita berasal dari sumber yang sama dan hanya mencintai yang satu dengan epresiasi cinta yang bebeda”
Seorang ayah mencintai anaknya dengan memberikan pendidikan yang layak, seorang ibu mencintai anaknya dengan memberikan gizi yang mencukupi, seorang lelaki mencintai wanita dengan memberikan puisi dan bunga, seorang wanita mencintai lelaki dengan memasakannya makanan yang lezat. Apresiasinya berbeda tetapi rasanya satu, Cinta.
. . . . . . . begitu mudah mengatakan orang lain atau kelompok lain kafir, begitu mudahnya membungkam suara orang lain atau kelompok lain yang tidak sepaham dengan tindakan anarki. Namun begitu sulit untuk menyadari kesombongan diri, menyadari ke kafiran diri.



 


Baca Juga :


Secured by Siteground Web Hosting