Ancient Indonesian History and Culture Sebuah Persembahan Untuk Anank Bangsa
“Kita boleh beragama Islam; boleh Kristen, Katolik, Buddhis, Hindu; boleh bergabung dengan mereka yang menjunjung tinggi ajaran Kung Fu Tze. . . asal tidak lupa bahwa sebelum adanya agama-agama, ajaran-ajaran dan kepercayaan-kepercayaan itu kita sudah berbudaya beradab !” (Anand Krishna)
Sebagai bangsa kita berhutang budi kepada peneliti modern seperti Professor Santos dan Oppenheimer, melalui professor Santos kita dibawa pada suatu pemahaman bahwa leluhur bangsa ini adalah bangsa yang besar. Atlantis bukanlah hanya merupakan sebuah bangsa, melainkan sebuah peradaban dunia. Namun kemudian berapa banyak diantara kita yang mengetahui akan hal itu ?, hal ini disebabkan oleh minimnya pengkajian, minimnya penggalian didalam tubuh bangsa sendiri. Kita lebih berkiblat kepada kebudayaan bangsa lain yang belum tentu cocok dengan kondisi bangsa.
Melalui program study online Ancient Indonesian History and Culture, yang diselenggarakan atas kerjasaman antara Yayasan Pendidikan Integral Satu Bumi & Yayasan Anand Ashram (Berafiliasi dengan PBB) melalaui One Earth College of Higher Learning, Anand Krishna sebagai program creator mengajak anak bangsa ini untuk kembali mempelajari, untuk kembali menggali sejarah bangsanya. Agar dapat memetik hikmah dan melanjutkan pembangunan bangsa.
Para bijak mengatakan :
- Mereka yang tidak dapat belajar dari sejarah dikutuk untuk mengulanginya
- Mereka yang tidak mengingat kesalahan di masa lalu dikutuk untuk mengulangi kesalahan mereka
- Mereka yang tidak membaca sejarah dikutuk untuk mengulanginya
- Mereka yang gagal belajar dari kesalahan generasi sebelumnya ditakdirkan untuk mengulanginya
- Mereka yang tidak tahu kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam sejarah dikutuk untuk mengulanginya
Gabung dan berdiskusi bersama di http://www.oneearthcollege.com/














