Prabu Erlangga Bag 1
Sri Dharmodayana Warmadewa adalah seorang Raja di Kepulauan Bali menikah dengan Puteri Gunapriyadi Dharmapatni yang merupakan keturunan Raja Sindok. Hasil pernikahan itu melahirkan seorang putera yang kelak namanya akan tercatat di setiap buku sejarah bangsa Indonesia yaitu Erlangga.
Pada usia 16 tahun Erlangga berkunjung ke pulau Jawa atas undangan Raja Dharmawangsa untuk menghadiri sebuah pesta perkawinan. Namun sayang pada saat pesta sedang berlangsung dengan meriah, tiba-tiba kerajaan diserang oleh Raja Wurawari dari Lwarang. Dalam penyerangan itu Raja Dharmawangsa dan petinggi kerajaan menjadi korban.
Erlanga bersama salah seorang kepercayaannya Narotama berhasil lolos, dan melarikan diri dan bersembunyi di ashram Wanaguru. Erlangga menyusun kekuatan dari sisa-sisa prajurit dan petinggi kerjaan yang masih setia.
Setelah menyusun kekuatan dan strategi Erlangga kemudian mengadakan serangan balik, serangan balik yang sama sekali tidak di duga itu berhasil menghancurkan kekuatan Raja Wurawari. Kemudian Erlanggapun di nobatkan menjadi Raja di Tanah Jawa, dengan pusat ibukota di Watan Mas di daerah kaki Gunung Pananggungan.
Pada masa pemerintahan Raja Sindok yang merupakan kakek dari Erlangga, pada kwartal pertama abad 10 pemerintahan berpusat di Watu Galuh kira-kira letaknya di sekitar Jombang. Pada jaman pemerintahan Raja Dharmawangsa, sejak akhir abad 10 ibu kota pusat pemerintahan dipindahkan ke arah timur ke Watan di kaki Gunung Pananggungan sekitar selatan Sidoarjo tempat dimana Raja Dharmawangsa dimakamkan.
Setelah Erlangga berhasil mengendalikan kondisi akibat peperangan dengan Raja Wurawari, Erlangga membuat pusat pemerintahan baru di daerah Kahuripan di sebelah timur gunung Pananggungan. Namun Erlangga tidaklah lama tinggal dan memerintah di situ, kemudian ibu kota pemerintahan di pindahkan oleh Erlangga ke Daha tepatnya pada tahun 1042.
Bersambung. . . . . . .
Dipublikasikan di http://www.surahman.com untuk Indonesia.
Refrensi :
Serat Calon Arang
Nagara Kretagama
Tafsir sejarah – Nagara Kretagama – Prof DR. Slamet Muljana
| Baca Juga : |
|---|
|














