Ki Kere
Pak War, yang nama lengkapnya adalah Poejo Wardoyo (Pemuja Hati) adalah orang yang pertama kali membuka cakrwala saya tentang kesufian. Saya sempat tinggal beberapa lama di padepokan beliau. Sayangnya beliau lebih dikenal sebagai ‘orang pintar’ dibandingkan ajaran-ajarannya. Pertemuan saya dengan pak War merupakan berkah, sebelumnya saya ketemu beliau, saya terlebih dahulu bertemu beliau di dalam mimpi.
Banyak hal yang saya tidak dapat mengerti dari beliau waktu itu, dan banyak hal juga yang tidak bisa saya terima waktu itu, namun saya tetap berusaha untuk tinggal bersama beliau. Hingga kemudian kehidupan memaksa kami untuk berpisah, saya harus kembali ke Jakarta. Dan juga kegiatan beliau yang waktu itu lebih banyak dihabiskan di Jawa.
Namun pertemuan dengan pak War membawa saya ke pada seorang tokoh spiritual lintas agama bapak Anand Krishna, pertemuan saya dengan bapak Anand merupakan berkah, melalui bapak Anand Krishna banyak hal yang tadinya tidak saya mengerti dari pak War mulai dapat saya pahami. Melalui bapak Anand Krishna saya mulai mengejar bab-bab yang tertinggal.Termasuk tentang bab Ki Kere ini.
Salah satu yang khas dari pak War adalah istilah Ki Kere, biasanya ini digunakan kepada mereka yang sedang mencari kekayaan. Seperti apa yang sudah saya ceritakan diatas orang lebih senang dengan menganggap pak War sebagai ‘orang pintar’ ketimbang mempelajari ajarannya.
Ki Kere adalah merupa sindiran bagi mereka yang sudah berkecukupan namun masih terus mengejar kekayaan, oleh pak War mereka dikatakan harus mencari Ki Kere untuk mendapatkan kebahagian. Pada dasarnya Ki Kere tak lain dan tak bukan adalah Jati Diri setiap anak manusia. Ki Kere adalah diri sejati. Dengan menemukan Ki Kere maka kita akan terbebas dari belenggu diri, cara menemukan Ki Kire adalah dengan memenggal Berhala diri.
Berhala diri adalah setiap keinginan yang terwujud, dan untuk memenggalnya harus menemukan sumber dari keinginan, sumbernya adalah pikiran. Memenggal pikiran, begitu istilah beliau. Cara memenggal pikiran menurut beliau sangat mudah, dengan mengolah nafas.
Berikut ini uraian dari bapak Anand Krishna mengenai olah nafas untuk mengolah pikiran, di dalam buku SENI MEMBERDAYA DIRI 1 :
Thoughts dan nafas ibarat dua ujung batang bamboo. Pegang yang satu, dan yang kedua terpegang dengan sendirinya. Setiap orang yang mulai memasuki alam meditasi dengan mengosongkan pikiran, ibarat memegang bamboo dari sisi Thougts. Hal ini sangat sulit, karena sebagaimana kita lihat sebelumnya, mind tidak segampang itu dikosongkan.
Kita berkerja dengan Nafas. Semakin nafas menjadi perlahan, thoughts semakin menjadi jarang. Dan semakin jarangnya thoughts, semakin jernih pula mind. Proses ini dapat memberikan ketenangan yang tak terhingga.
Untuk program latihan di atas dapat diikuti di dalam STRESS MANAGEMENT, silahkan menghubungi Anand Ashram untuk informasi lebih lanjut di http://www.anandkrishna.org
Semoga kita dapat berjumpa dengan Ki Kere dan menyatu dengan Ki Kere, yang juga memiliki arti yang tidak memiliki apapun dan yang tidak dimiliki oleh siapapun terkecuali oleh Dia Yang Maha. Dengan menemukan Ki Kere kita menjadi mandiri, kita menjadi percaya diri Karena kita telah ditopang olehNya.
Semoga, Amin Ya Rabbal Alamin.
Refrensi :
Seni Memberdaya Diri 1 Meditasi Untuk Manajemen Stres & Neo Zen Reiki - Anand Krishna - PT. Gramedia Pustaka Utama
Sumber: http://www.facebook.com/su.rahman.full
| Baca Juga : |
|---|
|














