Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
Dari Hati
Bhakti Sosial Di Panti St. Asuhan Vincentius

Dengan senyum yang ceria sekitar 40-an teman dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PPB)    [ ... ]


Menikmati Keceriaan Bersama Anand Krishna Di Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB)

Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) secara rutin setiap 2 minggu sekali menyelenggarakan acara ope [ ... ]


Ancient Indonesian History and Culture Bukan Hanya Belajar Sejarah Melainkan Memahami Juga Makna Filosofi Yang Terkandung

Ancient Indonesian History and Culture adalah sebuah program pembelajaran jarak jauh lewat internet  [ ... ]


Belajar Transpersonal Dari Developer Joomla

Joomla adalah salah satu software opensource berbasis CMS yang popular dan banyak digunakan oleh web [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday81
mod_vvisit_counterYesterday134
mod_vvisit_counterThis week81
mod_vvisit_counterLast week1314
mod_vvisit_counterThis month4425
mod_vvisit_counterLast month6834
mod_vvisit_counterAll113788

Online (20 minutes ago): 12
Your IP: 38.107.179.210
,
Now is: 2012-05-20 11:22
Who's Online
We have 7 guests online
Sudut Hati Artikel Mentauladani Bima Membangkitkan Ruh Kejayaan Nusantara
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

“Nandur pari jero” adalah suatu sikap yang sudah seharusnya mengakar dalam pribadi generasi muda Indonesia. Maksud dari ungkapan itu adalah menanam padi yang dalam dan lama waktunya membutuhkan ketelatenan, kesabaran, waktu dan biaya yang akhirnya menghasilkan padi yang lezat rasanya. Sikap mental seperti itulah yang harusnya menjadi akar bagi pemuda dan pemudi Indonesia, bukannya sikap mental mie instan yang ingin langsung jadi dalam sekejap.

Bima adalah tokoh yang memang sejak lahir memilki potensi untuk menjadi manusia sempurna, namun potensi itu tetap hanya akan menjadi potensi tanpa adanya upaya dari Bima sendiri. Bima senantiasa mentauladani sikap hidup sabar. Kesabaran Bima teruji dalam lakon Bima mencari Air kehidupan. Lakon itu membuktikan bahwa Bima bukanlah generasi mie instan. Saat ini kita sebagai generasi muda terlalu banyak makan mie instan, saatnya kita memberdayakan diri, salah satunya dengan mentauladani Bima guna membangkitkan Ruh Kejayaan Nusantara. Berikut ini beberapa simbol ketauladanan Bima yang dikenakan sebagai busana oleh Bima.

A. Sumping Pundhak Sinumpet : yang artinya Bima selalu menguasai ilmu kesempurnaan hidup syariat, tarikat, hakikat, makrifat, tetapi tidak pernah menyombongkan diri, dia sering pura-pura bodoh. Hal itu karena di dalam diri Bima telah tumbuh tanaman cinta Mohabbat. Mohabbat merupakan buah dari syariat, tarikat, hakitat dan marifat.

Meski telah menemukan pencerahan Bima tidak menganggap dirinya sebagai seorang Spiritualis hebat yang sibuk mengatai-ngatai mereka yang masih dalam perjalanan yang konon khabarnya ada di cakra tengah kebawah adalah spiritual palsu. Bima juga tidak menyombongkan diri dengan mempertontonkan cakra mata ketiganya, tidak!, Bima tetap rendah diri, terkadang Bima berpura-pura bodoh.

B. Pupuk Mas Rineka Jarot Asem : yang artinya Bima mempunyai watak budi pekerti yang luhur dengan selalu mengasah kebenaran dan pengetahuannya.

Think and Re-Thingking itu lah Bima, Bima selalu mengeplorasi, selalu tumbuh tidak menutup diri. Bima senantiasa siap belajar segala sesuatu, syarat agar manusia dapat terus belajar adalah kerendahan diri. Bagaimana jika diri sudah merasa paling benar dan paling tahu dapat belajar ?.

Saat ini ada sebagian kecil yang ingin menutup pintu ijtihad dengan mengkopi apa-apa yang ada di jaman Rasul, dengarkanlah bung Karno yang sudah melihat bahwa uapaya-upaya untuk mematikan pintu itijhat akan berdampak kemunduruan dalam segala bidang termasuk keagamaan dan spiritualitas.

“Siapa yang mukannya angker, siapa yang tangannya bau kemenyan, siapa yang matanya dicelak dan jubahnya panjang dan mengenggam tasbih yang selalu berputar, dia, dialah yang kita namakan Islam.

Astagfirullah! Inikah Islam ? Inikah Agama Allah ? Yang menghafirkan pengetahuan dan kecerdasan, mengkafirkan radio dan electriciteit, mengkafirkan kemoderenan dank e up-to-date-an?. Yang mau tinggal dimusium saja, tinggal kuno saja, tinggal terbelakang saja, tinggal ‘naik onta’ dan ‘makan zonder sendok’ saja seperti jaman Nabi dan Khalifahnya?”

Bima tidak pernah menutup pintu itijhat, Bima selalu beritijhat karena Bima menyadari bahwa segala sesuatu sedang bergerak dan Bima harus ikut bergerak termasuk pengetahuan dan kesadarannya. Oleh karenanya Bima tetap hidup hingga saat ini, karena Bima adalah semangat pemuda-pemudi Indonesia.

C. Gelang Minangkara Cinandhi Rengga Endhek Ngarep Dhuwur Mburi : yang artinya senantiasa waspada terhadap dirinya sebagai hamba yang harus pasrah dan berbakti kepada Tuhan yang Maha Esa.

Tuhan Yang Maha Esa adalah Tuhan yang Tunggal, bukan konsep tuhan yang terpecah-pecah. Melainkan Tuhan Yang Tunggal, banyaknya agama sedang menuju ke Tuhan yang Tunggal ini. Bima sudah tidak mengkotak-kotakan manusia kedalam golongan cakra tengah kebawah atau cakra mata ketiga keatas. Bima merasakan kesatuan dari setiap cakra, bahwasanya setiap cakra adalah seperti detak jarum jam yang saling berhubungan.

Bahwasanya setiap agama, adalah jalan adalah aliran sungai kehidupan yang sedang menuju samudera Illahi Yang Maha Esa dan Maha Tunggal. Dengan mentauladani Bima kita dapat membangkitkan Ruh Kejayaan Nusantara dengan cara bergotong-royong seperti apa yang disampaikan oleh bapak Anand Krishna lewat Sandi SUTASOMA terbitan PT. Gramedia Pustaka Utama.

“Bergotong-royonglah membangun kembali negeri ini. Gotong-royong adalah nilai kemanusiaan terpenting dalam budaya kita. Bergotong-royong berarti bahu-membahu. Bergotong-royong berarti aku menerimamu sebagai saudaraku, saudara kandungku, yang lahir dari rahim ibu yang satu dan sama, Ibu Pertiwi.

Aku bertanya kepada Mpu (Tantular) : “Mpu, kau sudah menjerit-jerit, suaramu sampai serak, adakah seorang pun yang mendengar jeritanmu ?”
Mpu menjawab :”KAMU!”

Refrensi :

Sandi SUTASOMA Menemukan Kepingan Jiwa Mpu Tantular – Anand Krishna – PT. Gramedia Pustaka Utama.
BUNG KARNO PUTRA FAJAR – Solichin Salam – PT. Gramedia

 

Sumber :  http://www.facebook.com/su.rahman.full



 


Baca Juga :


Secured by Siteground Web Hosting