Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
Dari Hati
Bhakti Sosial Di Panti St. Asuhan Vincentius

Dengan senyum yang ceria sekitar 40-an teman dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PPB)    [ ... ]


Menikmati Keceriaan Bersama Anand Krishna Di Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB)

Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) secara rutin setiap 2 minggu sekali menyelenggarakan acara ope [ ... ]


Ancient Indonesian History and Culture Bukan Hanya Belajar Sejarah Melainkan Memahami Juga Makna Filosofi Yang Terkandung

Ancient Indonesian History and Culture adalah sebuah program pembelajaran jarak jauh lewat internet  [ ... ]


Belajar Transpersonal Dari Developer Joomla

Joomla adalah salah satu software opensource berbasis CMS yang popular dan banyak digunakan oleh web [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday80
mod_vvisit_counterYesterday134
mod_vvisit_counterThis week80
mod_vvisit_counterLast week1314
mod_vvisit_counterThis month4424
mod_vvisit_counterLast month6834
mod_vvisit_counterAll113787

Online (20 minutes ago): 11
Your IP: 38.107.179.210
,
Now is: 2012-05-20 11:19
Who's Online
We have 8 guests online
Sudut Hati Artikel KISAH PASIR
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Dari mata airnya yang nun jauh di gunung sana, sebatang
sungai mengalir melewati apapun di tebing dan ngarai,
akhirnya mencapai padang pasir. Selama ini ia telah berhasil
mengatasi halangan apapun dan sekarang berusaha menaklukkan
halangan yang satu ini. Tetapi setiap kali sungai itu
cepat-cepat melintasinya, airnya segera lenyap di pasir.

Sungai itu sangat yakin, bahwa ia ditakdirkan melewati
padang pasir itu, namun ia tidak bisa mengatasi masalahnya
Lalu, terdengar suara tersembunyi yang berasal dari padang
pasir itu, bisiknya, "Angin bisa menyeberangi pasir, Sungai
pun bisa."

Sungai menolak pernyataan itu, ia sudah cepat-cepat
menyeberangi padang pasir, tetapi airnya terserap: angin
bisa terbang, dan oleh karena itulah ia bisa menyeberangi
padang pasir.

"Dengan menyeberang seperti yang kulakukan itu jelas, kau
tak akan berhasil. Kau hanya akan lenyap atau jadi
paya-paya. Kau harus mempersilahkan angin membawamu
menyeberangi padang pasir, ketempat tujuan."

Tetapi bagaimana caranya? "Dengan membiarkan dirimu terserap
angin."

Gagasan itu tidak bisa diterima Si Sungai. Bagaimanapun,
sebelumnya ia sama sekali tidak pernah terserap. Ia tidak
mau kehilangan dirinya. Dan kalau dirinya itu lenyap, apakah
bisa dipastikan akan didapatnya kembali?

"Angin," kata Si Pasir, "menjalankan tugas semacam itu. Ia
membawa air, membawanya terbang menyeberang padang pasir,
dan menjatuhkannya lagi. Jatuh ke bumi sebagai hujan, air
pun menjelma sungai."

"Bagaimana aku bisa yakin bahwa itu benar?"

"Memang benar, dan kalau kau tak mempercayainya, kau hanya
akan menjadi paya-paya; dan menjadi paya-paya itupun
memerlukan waktu bertahun-tahun berpuluh tahun. Dan
paya-paya itu jelas tak sama dengan sungai, bukan?"

"Tapi, tak dapatkah aku tetap berupa sungai, sama dengan
keadaanku kini?"

"Apapun juga yang terjadi, kau tidak akan bisa tetap berupa
dirimu kini," bisik suara itu. "Bagian intimu terbawa
terbang, dan membentuk sungai lagi nanti. Kau disebut sungai
juga seperti kini, sebab kau tak tahu bagian dirimu yang
mana inti itu."

Mendengar hal itu, dalam pikiran Si Sungai mulai muncul
gema. Samar-samar, ia ingat akan keadaan ketika ia --atau
bagian dirinya? --berada dalam pelukan angin. Ia juga
ingat-- benar demikiankah? bahwa hal itulah yang nyatanya
terjadi, bukan hal yang harus terjadi.

Dan sungai itu pun membubungkan uapnya ke tangan-tangan
angin yang terbuka lebar, dan yang kemudian dengan tangkas
mengangkatnya dan menerbangkannya, lalu membiarkannya
merintik lembut segera setelah mencapai atap gunung --nun
disana yang tak terkira jauhnya. Dan karena pernah meragukan
kebenarannya, sungai itu ini bisa mengingat-ingat dan
mencatat lebih tandas pengalamannya secara terperinci. Ia
merenungkannya, "Ya, kini aku mengenal diriku yang
sebenarnya."

Sungai itu telah mendapat pelajaran. Namun Sang Pasir
berbisik, "Kami tahu sebab kami menyaksikannya hari demi
hari; dan karena kami, pasir ini, terbentang mulai dari tepi
pasir sampai ke gunung."

Dan itulah sebabnya mengapa dikatakan bahwa cara Sungai
Kehidupan melanjutkan perjalanannya tertulis di atas Pasir.

* Paya berarti rawa dangkal yang terutama ditumbuhi oleh tetumbuhan seperti rumput besar

Catatan

Kisah indah ini masih beredar dalam tradisi lisan dalam
pelbagai bahasa, hampir selalu terdengar di kalangan para
darwis dan murid-muridnya.

Kisah ini dicantumkan oleh Sir Fairfax Cartwright dalam
bukunya, Mystic Rose from the Garden of the King 'Mawar
Mistik dari Taman Raja' terbit tahun 1899.

Versi ini berasal dari Awad Afifi, orang Tunisia, yang
meninggal tahun 1870.

Kumpulan kisah nasehat para guru sufi
selama seribu tahun yang lampau
oleh Idries Shah
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984


Idries Shah,
yang nama lengkapnya Nawab-Zada Sayyid Idries Shah al-Hasyimi, adalah Syekh Besar (Syekh al-Kabir) Sufi dan anak sulung Nawab asal Sardana, dekat Delhi di India.

Keluarganya berasal dari keluarga Kerajaan Pagham di Hindu-Kush, yang nenek moyangnya memerintah sejak 1221. Idries Shah dilahirkan di Simla-Himalaya dan menetap di London. Ia mengarang beberapa buku tentang mistik-tasawuf, diantaranya Mahkota Sufi (The Sufis) dan Jalan Sufi (The Way of the Sufi), kumpulan cerita sufi, serta karya-karya lainnya.

 

sumber: http://www.facebook.com/su.rahman.full



 


Baca Juga :


Secured by Siteground Web Hosting