Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
Dari Hati
Bhakti Sosial Di Panti St. Asuhan Vincentius

Dengan senyum yang ceria sekitar 40-an teman dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PPB)    [ ... ]


Menikmati Keceriaan Bersama Anand Krishna Di Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB)

Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) secara rutin setiap 2 minggu sekali menyelenggarakan acara ope [ ... ]


Ancient Indonesian History and Culture Bukan Hanya Belajar Sejarah Melainkan Memahami Juga Makna Filosofi Yang Terkandung

Ancient Indonesian History and Culture adalah sebuah program pembelajaran jarak jauh lewat internet  [ ... ]


Belajar Transpersonal Dari Developer Joomla

Joomla adalah salah satu software opensource berbasis CMS yang popular dan banyak digunakan oleh web [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday79
mod_vvisit_counterYesterday134
mod_vvisit_counterThis week79
mod_vvisit_counterLast week1314
mod_vvisit_counterThis month4423
mod_vvisit_counterLast month6834
mod_vvisit_counterAll113786

Online (20 minutes ago): 10
Your IP: 38.107.179.214
,
Now is: 2012-05-20 11:19
Who's Online
We have 8 guests online
Sudut Hati Artikel BAYAZID DAN Sok-Saleh (Mencukur Janggut Yang Terhormat)
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Pada suatu hari, Sok-Saleh mengomel kepada Bayazid, seorang
ahli mistik pada abad kesembilan, Sok-Sale mengatakan bahwa ia telah
berpuasa dan berdoa dan berbuat segalanya selama tiga puluh
tahun namun tidak juga menemukan kesenangan seperti yang
digambarkan Bayazid. Bayazid menjawab, orang itu bisa saja
melanjutkan perbuatannya tiga ratus tahun lagi tanpa
mendapatkan kesenangan juga.

"Mengapa begitu?" tanya Si Sok-Saleh.

"Sebab kesombonganmu merupakan halangan utama bagimu."

"Coba katakan apa obatnya."

"Obatnya tak akan bisa kau laksanakan."

"Bagaimanapun, katakan sajalah."

Bayazid pun berkata, "Kau harus pergi ke tukang pangkas
rambut untuk mencukur janggutmu, (yang terhormat, itu).
Lepaskan semua pakaianmu dan kenakan korset. Isi sebuah
kantong kuda dengan kenari sampai penuh, lalu gantungkan di
lehermu. Pergilah ke pasar dan berteriaklah, 'akan kuberikan
sebutir kenari kepada setiap anak yang memukul tengkukku.'
Kemudian lanjutkan perjalananmu ke sidang pengadilan agar
semua orang menyaksikanmu."

"Tetapi aku tak bisa melakukan itu; coba katakan cara lain
yang sama manfaatnya."

"Itu langkah pertama, dan satu-satunya cara," kata Bayazid,

Kemudian sang sufi menambahkan "Tetapi sudah aku katakan kepadamu bahwa kau tak akan bisa
melakukannya; jadi tak ada obat bagimu."

Catatan :


Al-Ghazali, mempergunakan kisah untuk menyapaikan pesan betapapun keras sebuah usaha untuk mencari kebenaran tanpa sebuah

kejujuran pada diri sendiri untuk menyadari kesombongan dan keangkuhan diri maka semua upaya untuk menemukan kebenaran akan

sia-sia.

Para Master sering mengatakan bahwa setiap upaya dalam mencari kebenaran itu hendaknya mampu membuat diri sujud dan menjadi rendah hati dan tidak mempertontonkan jubah karena keimanan tidak bisa dinilai dari penampilan fisik, jikalau ada sebagian dari kita yang sibuk mempertontonkan keagungan fisik maka hendaknya membaca kisah ini dan segera memotong janggut dan mencopot jubahnya dan memohon ampun atas kesombongan dan keangkuhan diri selama ini karena telah menggap diri paling benar dan paling saleh.

Bagaimana ada yang tertarik untuk mengirimkan kisah ini kepara Habib dan Ulama ?, namun resiko tanggung sendiri hahahaha :)


Idries Shah, yang nama lengkapnya Nawab-Zada Sayyid Idries Shah al-Hasyimi, adalah Syekh Besar (Syekh al-Kabir) Sufi

dan anak sulung Nawab asal Sardana, dekat Delhi di India. Keluarganya berasal dari keluarga Kerajaan Pagham di Hindu-Kush,

yang nenek moyangnya memerintah sejak 1221. Idries Shah dilahirkan di Simla-Himalaya dan menetap di London. Ia mengarang beberapa buku tentang mistik-tasawuf, diantaranya Mahkota Sufi (The Sufis) dan Jalan Sufi (The Way of the Sufi), kumpulan cerita sufi, serta karya-karya lainnya.


Refrensi

K I S A H - K I S A H S U F I
Kumpulan kisah nasehat para guru sufi
selama seribu tahun yang lampau
oleh Idries Shah
Penerbit: Pustaka Firdaus, 1984

 

Sumber: http://www.facebook.com/su.rahman.full



 


Baca Juga :


Secured by Siteground Web Hosting