Pembaharu

Pertama mereka tidak mempedulikanmu, lalu menertawakanmu, lalu mereka berkelahi dengan mu dan kamu...

Hati Yang Hidup

Hati anda belum hidup kalau belum pernah mengalami rasa sakit. Rasa sakit karena cinta akan membuka...

Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

Rasa percaya diri timbul dari "hati yang percaya". Dan, hati yang percaya adalah hati yang kuat....

Qalbu Seorang Pecinta

Ketahuilah, apapun yang menjadikanmu tergetar, itulah Yang Terbaik untukmu ! Dan karena itulah,...

Kebijaksanaan

Kebijaksanaan tak lagi menjadi kebijaksanaan bila terlalu sombong untuk meneteskan airmata, teramat...

Berkaryalah Tanpa Pamrih

Perolehan "hari ini" adalah akibat dari perbuatan "kemarin". Perbuatan "hari ini" menjadi sebab bagi...

  • Pembaharu

    Friday, 17 September 2010 23:53
  • Hati Yang Hidup

    Friday, 17 September 2010 23:57
  • Rasa Percaya Diri Timbul Dari "Hati Yang Percaya"

    Tuesday, 17 August 2010 11:06
  • Qalbu Seorang Pecinta

    Friday, 17 September 2010 23:50
  • Kebijaksanaan

    Friday, 17 September 2010 23:47
  • Berkaryalah Tanpa Pamrih

    Tuesday, 17 August 2010 10:24
Dari Hati
Bhakti Sosial Di Panti St. Asuhan Vincentius

Dengan senyum yang ceria sekitar 40-an teman dari Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PPB)    [ ... ]


Menikmati Keceriaan Bersama Anand Krishna Di Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB)

Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) secara rutin setiap 2 minggu sekali menyelenggarakan acara ope [ ... ]


Ancient Indonesian History and Culture Bukan Hanya Belajar Sejarah Melainkan Memahami Juga Makna Filosofi Yang Terkandung

Ancient Indonesian History and Culture adalah sebuah program pembelajaran jarak jauh lewat internet  [ ... ]


Belajar Transpersonal Dari Developer Joomla

Joomla adalah salah satu software opensource berbasis CMS yang popular dan banyak digunakan oleh web [ ... ]


Yang Lain
Visitors Counter
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday77
mod_vvisit_counterYesterday134
mod_vvisit_counterThis week77
mod_vvisit_counterLast week1314
mod_vvisit_counterThis month4421
mod_vvisit_counterLast month6834
mod_vvisit_counterAll113784

Online (20 minutes ago): 8
Your IP: 38.107.179.212
,
Now is: 2012-05-20 11:15
Who's Online
We have 6 guests online
Sudut Hati Artikel Burung Merak Raja di Bawah Keranjang
Indonesian English French German Italian Portuguese Russian Spanish

Seorang raja mempunyai sebuah taman, yang sepanjang empat musim selalu ditumbuhi tanam-tanaman yang wangi, hijau subur dan menyenangkan. Air mengalir berlimpah-limpah melaluinya, dan segala macam burung bernyanyi dari dahan-dahan pohon. Setiap hal yang baik dan indah yang dapat kita bayangkan terdapat di dalam taman itu. Dan di antara semuanya itu ada sekelompok burung merak yang cantik.

Sekali waktu sang raja mengambil salah seekor burung merak,dan memerintahkannya agar ia dimasukkan ke dalam kantung kulit supaya bulu-bulunya tidak dapat dilihat, sehingga ia tidak dapat mengagumi keindahannya sendiri dengan cara apa pun. Dia juga memerintahkan agar burung merak itu ditempatkan di bawah sebuah keranjang yang hanya mempunyai satu lubang, melalui lubang itu sedikit biji-bijian dapat dituangkan ke dalamnya untuk makanannya.

Lama waktu berlalu. Burung merak itu lupa pada dirinya sendiri, sang raja, taman, dan burung-burung merak lainnya. Ia melihat pada dirinya sendiri. Burung tersebut tidak melihat apa-apa kecuali kantung kulit yang kotor itu. Ia mulai menyukai tempat tinggalnya yang gelap dan jelek; ia percaya di dalam hatinya bahwa tidak mungkin ada tempat yang lebih besar dari ruangan di dalam keranjang itu, sedemikian rupa sehingga ia menganggapnya sebagai keyakinan bahwa jika ada orang menyatakan tentang suatu kehidupan, tempat tinggal atau kesempurnaan di luar yang ia ketahui, maka ia menganggapnya sebagai kekafiran mutlak, omong kosong besar dan kebodohan yang murni.

Sekalipun demikian, setiap kali angin segar berhembus, dan harumnya bunga-bunga dan pepohonan, violet (= sejenis tumbuhan yang bunganya berbau harum), melati dan tumbuhan rempah-rempah sampai ke hidung burung itu, ia merasakan kesenangan yang mengejutkan melalui lubang itu. Timbul kekhawatiran di dalam hatinya. Ia merasakan adanya hasrat untuk pergi dan kerinduan batin, tetapi ia tidak tahu dari mana kerinduan itu berasal, sebab, kecuali kantung kulit itu, ia tidak mengetahui apa-apa; selain keranjang itu, tidak ada dunia lain; selain biji-bijian itu, tidak ada makanan lain.

Ia telah melupakan semuanya. Ketika sekali-sekali ia mendengar suara burung-burung merak bernyanyi, dan burung-burung lain berlagu, kerinduan dan hasratnya timbul; tetapi ia tidak terbangunkan oleh suara-suara burung-burung itu atau hembusan angin. Pernah ia bergairah memikirkan sarangnya.

Angin sepoi-sepoi bertiup menyentuhku dan hampir mengucapkan kata-kata, 'aku adalah kurir untukmu dari kekasihmu.'

Lama sekali ia memikirkan apa sesungguhnya angin yang harum itu, dan darimanakah bunyi-bunyian yang indah itu datang.

Wahai kilat yang menyambar, dari perlindungan siapa engkau muncul?

Tetapi ia tidak sadar-sadar juga, meskipun sepanjang masa itu kesenangan tetap tinggal di hatinya.
Ah, kalau saja Laila sekali saja mengirimkan salam karunianya, meskipun diantara kami terbentang debu dan bebatuan besar.

Salam kegembiraanku akan merupakan jawabnya, atau akan menjeritlah kepadanya si burung hantu,
burung sakit yang memekik di tengah keremangankuburan.

Burung merak itu bodoh, karena ia telah lupa kepada dirinya dan juga tanah airnya.
Setiap kali hembusan angin atau suara-suara datang dari taman, timbul hasrat dalam diri si burung merak tanpa mengetahui mengapa demikian.

Ia tetap kebingungan selama beberapa waktu, sampai suatu hari sang raja memerintahkan agar burung itu dilepaskan dari keranjang dan kantung kulitnya untuk dibawa menghadapnya.

Ketika burung keluar dari penutupnya, burung merak itu melihat dirinya berada di tengah-tengah taman. Ketika memandang bulu-bulunya sendiri, dan melihat taman beserta aneka ragam bunganya, atmosfir dunia, kesempatan untuk berjalan kesana-kemari dan terbang tinggi, serta semua suara, irama, bentuk dan berbagai benda yang ada, ia berdiri mendesah seakan-akan tak sadarkan diri
(ejakulasi teofanik 'syath' yang terkenal dari Husayn ibn Manshur Al-Hallaj).

Catatan :

Ah, kisah yang indah menggoda hasrat para pencari untuk membebaskan diri dari belenggu doktri yang sudah kadaluarsa. Teringat pesan bapak Anand Krishna dalam TELAGA PENCERAHAN DI TENGAH GURUN KEHIDUPAN

Selama Anda masih diperbudak, Anda tidak dapat menghormati siapapun. Seorang budak tidak mengenal “Rasa Hormat”. Seorang budak hanya mengenal “Rasa takut”.

Untuk menghormati seseorang, terlebih dahulu Anda harus memilki kebebasan. Tanpa kebebasan, selama Anda masih hidup dalam penindasan, Anda tidak bisa mengasihi …………


Karena terbelenggu oleh dogma dan doktrin sempit sang Merak tidak mengetahui siapa dirinya, ia tidak menyadari keindahan dirinya. Ia merasa nyaman dengan kondisinya selama ini. Hanya mereka yang sudah gelisah, yang sudah merasa tidak kerasan dengan kondisi terbelenggu mulai mencari tahu, mulai bertanya, mulai melakukan penggalian.

Siapa aku ?
Darimana asalku ?
Kemana tujuanku ?
Sudah seberapa dekatkah aku dengan tujuanku ?

Ah, sebuah kegelisan yang menggairahkan. Dan selanjutkan agin sejuk nan harum akan menuntun menuju taman bunga dalam kesunyian hati.

Refrensi :

HIKAYAT-HIKAYAT MISTIS - Syaikh Al-Isyraq, Syihabuddin Yahya As-Suhrawardi - PENERBIT MIZAN KHAZANAH ILMU-ILMU ISLAM, September 1992

TELAGA PENCERAHAN DI TENGAH GURUN KEHIDUPAN – Anand Krishna – Pt. Gramedia Pustaka Utama , 1999

 

Sumber: http://www.facebook.com/su.rahman.ful



 


Baca Juga :


Secured by Siteground Web Hosting