Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

Ada sebuahkisah Zen yang sangat menarik, dimana sering kali kita menjadi profesional learner. Belajar dan belajar dan belajar terus, hingga isi otak penuh dengan gagasan dan ide.

Atau dalam bahasa seorang teman, dunia ini diisi oleh dua jenis orang. Pertama adalah orang yang berbicara, orang jenis ini hanya berbicara dan berbicara dan berbicara.

Orang kedua adalah pelaku, orang jenis ini sedikit berbicara namun lebih banyak berbuat. Dan sayangnya dunia ini dipenuhi oleh jenis yang pertama, dimana pandai sekali berbicara namun sedikit sekali berbuat.

Nah kondisi tersebut sama seperti ceruta zen dibawah ini, dimana kita membebani diri dengan banyak sekali ajaran. Dengan begitu banyak filosofi, namun tidak pernah mempraktekannya. Sama seperti kedelai yang memanggul buku, punggungnya membukuk karena berat beban buku. Harus ada keseimbangan antara proses belajar dan mempraktekan ajaran, jangan sampai ajaran justeru membebani diri.

Mempraktekan ajaran dalam prilaku sehari-hari itu adalah yang utama, dan sering kali ini diabaikan. Karena mempraktekan ajaran menjadi jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan belajar.

Silahkan simak kisah Zen berikut ini, semoga kita dapat mulai mempraktekan setiap ilmu yang kita dapat untuk mengisi kehidupan dan memberikan arti baik untuk diri sendiri atau untuk orang disekitar kita.

 

Secangkir Teh

Nan-in, seorang guru Jepang selama masa Meiji (1868-1912), menerima seorang dosen universitas yang mencari tahu tentang Zen.

Nan-in menghidangkan teh. Ia menuangkan teh itu ke dalam cangkir tamunya hingga penuh, dan masih terus saja menuang.

Dosen tersebut memandang tumpahan teh hingga akhirnya ia tidak bisa bertahan untuk berdiam diri. “Sudah penuh. Tidak muat lagi!”

“Sama seperti cangkir ini,” Nan-in mengatakan, “Anda penuh dengan gagasan dan spekulasi diri anda sendiri. Bagaimana saya bisa menunjukkan anda Zen jika anda tidak mengosongkannya terlebih dahulu?”

= =

Daging ZEN Tulang ZEN

Bunga Rampai Karya Tulis Pra-Zen dan Zen

Dikumpulkan oleh: Paul Reps

Baca Juga