Fusce suscipit varius mim sociis natoque penatibus et magnis dis.

Just A Simple Blog, From A Simple Man

Pada usianya yang ke 27 tahun, Anand Ashram merayakan hari jadinya pada 14 Januari 2007 bertempat di One Earth Retreat Center, Ciawi. Perayaan ulang tahun ini mengangkat tema Cultural Celebration “Sunda Sindhu Mehfil”, menampilkan pagelaran tari dan musik India dan Indonesia oleh Hapsari Group dan JNICC Artist. Melalui pagelan tersebut kita bisa merasakan bahwa ada hubungan akar budaya yang erat antara Indonesia dengan India.

Melalui kata sambutannya, Dr. Wayan Sayoga yang merupakan Ketua Dewan Penggurus Anand Ashram. Mengatakan senang sekali melihat pertemuan budaya seperti yang terjadi pada malam itu, dimana mengingatkan kita semua akan semboyan kebijaksanaan universal “Vasudhaiva Kutumbakam” bahwa kita semua semua umat manusia adalah saudara.

15941177_10210654478749641_3654277203433514111_nSenada dengan “Satu Bumi, Satu Langit, Satu Kemanusiaan” yang merupakan visi dari Anand Ashram.

Ir. Rd. Roza Rahmadjasa Mintaredja, selaku pemerhati budaya Sunda. Menjelaskan bahwa ada keterkaitan akar budaya yang sangat erat antara Indonesia dengan India, dimana kedua peradaban ini berasal dari satu akar yaitu Sunda sebelum terjadi bencana besar yang menyebabkan eksodus besar-besaran dari paparan Sunda menuju daerah Shindu.

Kang Oca, begitu sapaan akrabnya. Menambahkan bahwa pada malam ini, dirinya bisa merasakan semangat Shindu di dalam acara perayaan ulang tahun tersebut.

Makrand Shukla Director Jawaharlal Nehru Indian Cultural Centre (JNICC) mengatakan senang bisa hadir pada malam itu, dimana beliau bersyukur bisa menjadi direktur JNICC sehingga bisa menghadari perayaan ulang tahun Anand Ashram ke 27. Dimana bisa merasakan suasana penuh dengan keceriaan di One Eart Retreat Center, Ciawi.

Anand Krishna selaku pendiri dari Anand Ashram, mengingatkan untuk “Menjadi Bahagia, dan Berbagi Kebahagiaan Tersebut Kepada Sesama” di tambahkan oleh beliau bahwa tidak ada impor/ekpor budaya antara Indonesia dan India. Yang terjadi adalah bahwa ke dua negara ini berbagi akar budaya yang sama.

The Wisdom Of Sundaland

Wisdom-of-Sundalan-500x500Buku The Wisdom Of Sundaland karya Anand Krishna mengupas tentang hubungan akar budaya antara Indonesia dan India, yang berasal dari satu kebudayaan yang ada di Tatar Sunda.

Terjadi benca besar pada waktu itu yang menyebabkan tiga kali gelombang migrasi akibat bencana banjir. Migrasi paling awal dan paling besar adalah: ‘Gelombang migrasi pertama berkisar 14.000 tahun yang lalu menuju anak benua India. Mereka sedemikian traumanya terhadap banjir di Paparan Sunda sehingga mereka terus bergerak ke utara sampai dihadang sungai besar bagaikan laut, Indus yang megah, atau Sindhu.

Sindhu dalam bahasa Sansakerta berarti “laut”. Sungai besar ini merupakan gabungan dari Sungai Sengge dan Gar yang berhulu di Himalaya Tibet mengalir melalui India dan Pakistan, bermuara di Laut Arab.

Rombongan para filsuf, ahli kitab, dan pemikir tersebut memilih satu tempat aman di pinggir sungai dan menamakan sungai itu Saraswati. Di pinggir Sindhu Saraswati mereka merenungkan apa yang mereka bawa yang merupakan warisan kuno nenek moyang mereka, yang kemudian warisan ini semakin diperkaya dengan inspirasi-inspirasi segar.

Jauh di kemudian hari, sejumlah besar ilmu pengetahuan, seni dan musik ini kemudian disistematisasi oleh Begawan Vyasa dalam Kisah Mahabharata, yang juga dikenal sebagai Kitab-kitab Weda (Kebijaksanaan Utama).

Yang mengawali Peradaban Lembah Indus, atau Sindhu seungguhnya adalah orang-orang Tatar Sunda, sehingga tidaklah aneh jika terjadi kesamaan budaya antara Indonesia dengan India.

Photo by: Prabu Dennaga

Baca Juga